Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:57 WIB
Tokoh KTI Kritisi SBY-JK
Martian Damanik | Kamis, 2 Oktober 2008 | 08:04 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS-Para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia atau Tata KTI, di Jakarta, Rabu (1/10) malam menegaskan, publik jangan cepat memberi respon dukungan atas tawaran pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang berniat ikut lagi dalam Pemilu Presiden 2009.

"Mari kita semua membiasakan melakukan dulu evaluasi secara mendalam atas kinerja pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) dengan menggunakan berbagai paramater dengan obyektif, lalu menilai apakah mendukung mereka atau bagaimana," kata Laode Ida, salah satu tokoh Tata KTI, di sela-sela menghadiri open house  Hari Raya Idul Fitri 1429 H di kediaman Ketua DPR RI, Agung Laksono.

Laode Ida yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menambahkan, dalam waktu dekat, sesudah perayaan lebaran ini, pihaknya akan menggelar pertemuan untuk kemudian melahirkan sikap atas pernyataan SBY-JK maju di lagi Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

"Saya kira ini merupakan hal yang wajar di alam demokrasi modern. Kita tidak bisa lagi asal dukung atau fanatik terhadap sebuah kepemimpinan. Mari kita didik rakyat berpolitik secara rasional, maju, beradab dan demokratis," katanya.

Koordinator Tata KTI Zaenal Bintang menjelaskan, organisasi yang menghimpun para aktivis, budayawan, intelektual, penggiat LSM maupun kalangan dunia usaha serta banyak tokoh berbagai latar (termasuk perempuan dan pemuda) ini, tak mudah dipengaruhi dalam hal dukung-mendukung pimpinan nasional.

"Intinya, mana pasangan yang punya komitmen jelas serta konsisten dalam mendorong percepatan pembangunan KTI, itu yang akan kami dukung. Itu juga berlaku pada partai-partai politik. Parpol yang jelas komitmennya dan konsisten dalam pembangunan KTI, itu yang pasti mendapat dukungan publik di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua," katanya.

Sumber :
Ant