Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:56 WIB
Imam Samudra Yakin Tak Ada Eksekusi
| Rabu, 1 Oktober 2008 | 12:48 WIB
|
Share:

CILACAP, RABU - Terpidana mati kasus Bom Bali I, Imam Samudra yakin jika dia bersama dua rekannya, Amrozi dan Mukhlas, tidak akan dieksekusi. Pernyataan tersebut dia sampaikan di hadapan wartawan seusai Salat Idulfitri 1 Syawal 1429 H di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu. Bahkan, dia menilai kejaksaan terlalu takut untuk mengeksekusi mereka bertiga.
    
Namun jika eksekusi mati tersebut dilaksanakan, kata dia, pasti akan ada yang membalasnya. "Jika ada yang bunuh kami, Insya Allah akan ada pembalasan," katanya.
    
Dia mengaku tidak rela jika harus menjalani eksekusi dengan cara ditembak. "Kami tidak pernah ridho dengan tata cara hukum Belanda," kata dia menegaskan.
    
Sementara mengenai pesan bagi keluarga, Imam meminta keluarganya agar terus bersabar karena eksekusi tersebut tidak akan dilaksanakan. "Pesannya sabar saja, wong tidak akan pernah dieksekusi kok," katanya.
    
Disinggung mengenai kasus Bom Bali I yang menewaskan 202 orang pada tanggal 12 Oktober 2002 itu, dia mengaku tidak menyesal. Bahkan, bangga terhadap aksi tersebut. Meski demikian, dia meminta maaf kepada umat Islam yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. "Saya tidak akan minta maaf kepada kafir, saya hanya minta maaf kepada korban muslim," katanya.
    
Mengenai rencana pengeboman di Legian, Bali, Imam mengakui sebagai hasil karyanya meski tidak terlalu yakin dengan kekuatan bom tersebut. "Saya yakin itu aksi kami, tapi kalau hasilnya seperti itu, Wallahu’alam," katanya.

Sumber :
Ant