JAKARTA, RABU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyayangkan tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Istana Negara yang merupakan lambang pusat negara. Seharusnya, menurut PDI-P, pencalonan bisa dilakukan di kediaman SBY di Cikeas.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Pramono Anung usai melakukan Shalat Ied di lapangan parkir Kantor DPP PDI-P di kawasan Lenteng Agung, Rabu (1/10). Pramono mengatakan PDIP sebenarnya menyambut baik pencalonan SBY kembali menjadi presiden dan berduet dengan Jusuf Kalla sebagai wapres.
Namun, tindakan mengumumkan menjadi capres di istana merupakan catatan khusus bagi SBY dari PDI-P. "Ada dua catatan, yang pertama kenapa pencalonan dilakukan di Istana Negara dan yang kedua harus mulai dipisahkan antara tugas negara dan hal yang bersifat pribadi seperti sosialisasi," ujar Pramono.(LIN)

