PALEMBANG, SENIN - Jumlah titik panas di Sumsel kembali meningkat akibat maraknya kegiatan pembakaran lahan untuk pertanian. Berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik api pada hari Minggu sebanyak 12 titik yang tersebar di Muara Enim, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komeri ng Ilir.
Menurut Sekretaris UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel Ahmad Taufik, Senin (29/9), peningkatan jumlah titik panas cukup tinggi karena selama beberapa hari hanya terpantau nol sampai empat titik api per hari. Curah hujan yang meningkat beberapa hari yang lalu juga menyebabkan padamnya titik panas.
Beruntung kebakaran belum masuk ke kawasan lahan gambut karena kondisi lahan gambut masih cukup basah, kata Taufik. Kebakaran di lahan gambut dapat menyebabkan bencana kabut asap.
Informasi dari South Sumatera Forest Fire Management Project, sepanjang bulan Juni terpantau 135 titik panas. Pada hari Kamis (25/9), ada 35 titik panas yang terpantau di Sumsel.
Lokasi titik panas itu terdiri atas 10 titik di Kabupaten Muara Enim, enam titik di Ogan Komering Ulu, empat titik di Ogan Ilir, masing-masing tiga titik di Ogan Kome ring Ulu Timur dan Lahat, dua titik di Banyuasin, serta masing-masing satu titik di Musi Banyuasin, Ogan Komering Ul u Selatan, dan Ogan Komering Ilir.

