JAKARTA, MINGGU - Menjelang lebaran ini, pusat perbelanjaan Hypermart di Jakarta City Center (JaCC) membanting harga daging sapi segar. Harga per kilogram turun menjadi Rp 53.000. Padahal, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional saat ini mencapai Rp 70.000-Rp 80.000.
"Saya sudah cek harga daging sapi di Pasar Tanah Abang dan Pondok Gede sekitar Rp 70.000. Bahkan, di Pasar Mampang Rp 80.000," tutur Manajer Divisi Hypermart JaCC Mahmudin. Promo ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Namun, sambungnya, bukan berarti daging sapi di Hypermart seluas 3.000 meter persegi tersebut berkualitas buruk. "Di Hypermart, di antara sekian banyak barang, pasti ada satu barang yang jumlah marginnya kita tekan sehingga menjadi sangat murah. Tujuannya untuk menarik customer," tutur Mahmudin.
Mahmudin mengatakan, pada hari biasa, daging sapi yang terjual hanya sekitar 200 kilogram per hari. Namun, menjelang hari Lebaran, Hypermart, yang omset per harinya dapat mencapai hingga Rp 800 juta, dapat menjual hingga mencapai satu ton.
Mahmudin menambahkan, puncak orang berbelanja Lebaran biasanya terjadi pada H-3 dan H-2. Pada saat itu, jumlah pengunjung Hypermart dapat melonjak hingga lebih dari 5.000 orang, sementara hari biasa hanya mencapai 3.500 orang.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan akan daging sapi segar, yang merupakan bahan baku masakan rendang memang meningkat. Rendang, yang sebenarnya masakan khas Padang, seolah telah menjadi makan an wajib bagi sebagian orang.
"Rendang sudah tradisi bagi keluarga saya sejak dulu," ujar Ratna (35), warga Kebon Kacang, Jakarta Pusat, saat ditemui Kompas.com di pusat perbelanjaan Hypermart Jakarta City Center (JaCC), Jakarta (28/9). Ia mengakui, rendang merupakan makan an wajib bagi keluarganya saat Idul Fitri.
Hal yang sama disampaikan oleh Endang (42), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya, walaupun harus menggelontorkan uang ekstra setiap Lebaran untuk dapat menyantap rendang bersama keluarga, ia akan mengusahakannya.
"Ya, kan kita tidak makan rendang setiap hari. Jadi, nggak apa-apa," kata Endang.

