Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:49 WIB
Masyarakat Harus Proporsional Terhadap Produk China
Asep Candra | Minggu, 28 September 2008 | 13:04 WIB
|
Share:

BEIJING, MINGGU - Masyarakat di Indonesia hendaknya bersikap proporsional menyikapi produk impor makan an asal China terkait ditemukannya susu mengandung melamin, mengingat tak semua produk makan an mengandung susu terkontaminasi.

"Saya mengimbau agar masyarakat di Indonesia bersikap waspada tapi proporsional menyikapi makan an impor asal China. Karena tak semua produk makan an yang diimpor mengandung susu yang terkontaminasi," kata Dubes RI untuk China, Sudrajat, di Beijing, Minggu.

Sudrajat menyatakan hal itu menanggapi adanya kecenderungan masyarakat dan instansi di Indonesia yang tidak proporsional terhadap produk impor makan an China, yaitu dengan cara tidak mau mengkonsumsi semua makan an "yang berbau" China.

Ia menambahkan, dirinya bisa sangat memahami kekhawatiran masyarakat dan instansi di Indonesia dalam menyikap skandal susu terkontaminasi  di China. Akibat dari adanya kekhawatiran itu memang terjadi penurunan animo masyarakat untuk membeli dan mengkonsumsi makan an asal China, padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesungguhnya hanya melarang impor dan konsumsi produk asal China yang menggunakan susu terkontaminasi.

"Itupun sebenarnya ada dua jenis biskuit, yaitu ada yang dibuat di China dan ada biskuit yang dibuat di Indonesia. Masyarakat tampaknya masih syok dengan skandal susu di China dan mereka berpikiran daripada terjadi apa-apa, lebih baik enggan mengkonsumsi semua makan an dari China ," katanya.

Skandal susu terkontaminasi melamin itu, ungkap dubes Sudrajat, sesungguhnya hampir sama dengan kasus permen "White Rabbit" asal China yang dilarang masuk ke Indonesia karena mengandung formalin.

Dia juga menilai, adanya kasus ini sesungguhnya memang wajar dan merupakan gejala pasar, yang secara pelan-pelan akan pulih ketika pemerintah China melakukan perbaikan dengan cara memperbaiki sistem standarisasi dan keselamatan makan an.

"Memang perlu waktu untuk pemulihan dan itu adalah suatu risiko perdagangan serta suatu akibat dari pola pasar bebas," kata dubes.

Untuk itu, tegasnya, masyarakat diimbau harus mau membaca setiap kemasan dalam produk dan bersikap waspada karena tidak semua produk asal China tidak mengandung susu dan aman untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi saya berharap agar masyarakat di Indonesia bisa bersikap proporsional menghadapi kasus itu, karena tidak semua produk asal China terkontaminasi melamin sehingga aman dikonsumsi," katanya.

Sumber :
Antara