KOMPAS
Kamis, 11 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Malam Ini, Puncak Mudik Bali-Jawa
Sabtu, 27 September 2008 | 19:02 WIB

DENPASAR, SABTU- Puncak arus mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, diperkirakan berlangsung Sabtu tengah malam hingga Minggu (28/9) dinihari. 

Hingga memasuki Sabtu malam, penyeberangan melintasi Selat Bali itu masih cukup lancar, dengan antrean kendaraan roda empat dan sepeda motor selain memenuhi halaman parkir Pelabuhan Gilimanuk, juga meluber ke jalan raya, namun tidak lebih dari 500 meter.

"Saya berangkat dari Denpasar jam satu, sekitar tiga jam sampai Gilimanuk. Antre sekitar satu-setengah jam sudah bisa menyeberang ke Ketapang," kata Lukman (23), pemudik yang hendak pulang kampung ke Mojokerto, Jawa Timur.

Pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan di Denpasar itu mudik ke kampung halam bersama sejumlah temannya konvoi menggunakan sepeda motor.

Ia mengaku lega, hanya sempat antre sekitar satu-setengah jam sebelum mendapat giliran untuk diseberangkan dengan kapal feri yang secara cepat melakukan bongkar-muat.

Manager Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk, Ospar Silaban mengakui, antrean kendaraan di jalan raya sekitar setengah kilometer hanya sedikit dibanding malam sebelumnya yang mencapai dua kilometer.

Penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang selama tiga hari terakhir menunjukkan peningkatan siginifikan, baik untuk penumpang, sepeda motor maupun dan kendaraan roda empat campuran.

Meskipun demikian tidak terjadi penumpukan yang berarti, karena lama antrean untuk diseberangkan rata-rata hanya satu-setengah jam. Penyeberangan di Selat Bali dilayani 24 kapal, dengan iklim dan cuaca normal, hampir tidak menghadapi kendala.

Penulis: MSH   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.