M Suprihadi | Sabtu, 27 September 2008 | 13:48 WIB
|
Share:
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Para pemudik yang baru saja turun dari kapal, Sabtu (27/9) pukul 01.00 memilih beristirahat di ruang tunggu pelabuhan Bakauheni. Mereka enggan melanjutkan perjalanan ke Terminal Induk Rajabasa karena khawatir kriminalitas.
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Para pemudik yang baru saja turun dari kapal feri roro di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan tidak langsung bisa berangkat ke Terminal Induk Rajabasa. Tampak mereka tengah menunggu angkutan bus AKDP di Terminal Bakauheni, Sabtu (27/9). Kejadian para pemudik kehabisan bus selalu terjadi saat arus mudik memuncak akibatnya mereka dipaksa sabar menunggu.
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Pemudik yang sudah lama menunggu bus di Terminal Bakauheni, Sabtu (27/9) sejak pukul 06.00, berebut memasuki bus. Kekosongan bus sempat terjadi di Terminal Bakauheni untuk bus AKDP jurusan Bakauheni-Rajabasa akibat ketidakseimbangan jumlah penumpang dengan jumlah bus. Penumpang kapal terpantau terus mengalir bahkan meningkat jumlahnya sejak Jumat (26/9) pukul 24.00.
BAKAUHENI, SABTU- Malam masih larut, baru lepas tengah malam. Tapi suasana di Terminal Kedatangan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan sudah sangat ramai.
Maklum, tepat memasuki H-4 Lebaran, Sabtu dini hari itu, para pemudik dari Jawa sudah mulai berdatangan. Mereka turun dari kapal-kapal penyeberangan, baik kapal penumpang maupun kapal roro (roll on roll off) yang bisa mengangkut mobil dan motor, bahkan bus dan truk juga.
Sebagian pemudik langsung keluar terminal dengan mobil atau motornya. Juga dengan bus yang mengangkut mereka sejak dari Jawa. Tapi banyak juga pemudik yang memilih beristirahat dulu sambil menunggu fajar.
Ketika hari mulai terang, para pemudik yang tidak membawa kendaraan sendiri, atau mereka yang menumpang bus tidak langsung alias ganti-ganti kendaraan, mulai beranjak keluar terminal. Mereka menyerbu bus-bus antarkota yang siap mengangkut mereka ke sejumlah kota atau kampung di provinsi Lampung, yang merupakan pintu masuk ke Pulau Sumatera lewat darat itu.