
Dalam upaya mengatasi penerobosan kendaraan di jalur khusus bus transjakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memasang portal bersensor. Kendaraan pribadi tidak akan mudah lagi menerobos jalur bus transjakarta.
"Uji coba pemasangan portal akan dilakukan di depan Halte Kwitang, Jakarta Pusat. Kwitang dipilih sebagai lokasi uji coba karena mudah diawasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid, Jumat (26/9) di Jakarta Pusat.
Menurut Tauchid, sensor untuk membuka tutup portal berada di luar halte. Sensor hanya akan membukakan portal untuk bus transjakarta dan akan kembali menutup setelah bus lewat.
Dalam kondisi darurat, kendali atas portal itu dapat diatur dari dalam halte. Dengan sistem itu penerobosan kendaraan pribadi ke jalur khusus bus transjakarta akan diminimalkan.
Setelah Lebaran
Pemasangan portal, tutur Tauchid, akan dilakukan setelah Lebaran. Pemasangan portal tidak membutuhkan banyak waktu dan diperkirakan akan siap dalam waktu kurang dari seminggu.
Penerobosan kendaraan pribadi ke jalur bus transjakarta merupakan salah satu masalah utama sistem bus rapid transit di Jakarta. Apabila penerobosan dapat diatasi, waktu tempuh bus transjakarta akan lebih cepat.
Portal, ujar Tauchid, merupakan salah satu solusi yang diperkirakan efektif untuk mengatasi penerobosan. Jika terbukti efektif, portal akan dipasang di semua koridor bus transjakarta.
Dalam pengoperasian portal, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Polisi diperlukan untuk menjaga dan menindak para penerobos koridor bus transjakarta.