CHANGZHOU, JUMAT - Usaha tunggal putera Indonesia, Taufik Hidayat, untuk pulih gagal lagi setelah ia tersingkir di babak perempat final turnamen China Masters Super Series, Jumat (26/9). Taufik yang gagal dalam serangkaian turnamen--termasuk Olimpiade Beijing--disingkirkan pemain China, bao Chun Lai, yang merupakan unggulan 3.
Taufik menyerah telak 17-21 13-21 dalam 39 menit. Kegagalan Taufik diikuti ganda canmpuran Flandy Limpele/Greysia Polii. Diunggulkan di tempat kelima, Flandy/Greysia menyerah 12-21 22-24 dari unggulan kedua asal China, He Hanbin/Yu Yang.
Dengan kekalahan Taufik, harapan Indonesia di tunggal putera tinggal pada Sony Dwi Kuncoro. Unggulan kelima ini maju ke babak semi final dengan mneyingkirkan pemain China Qiu Yanbo 21-15 21-10.
Sementara di nomor ganda putera, juara Olimpiade, Markis Kido/Hendra Setiawan memenangi perang saudara menghadapi Muhammad Ahsan/Bona Septano. Markis/Hendra mengalahkan juniornya 21-17 21-18. Meski kalah usia dan pengalaman, pasangan Bona/Ahsan memberi perlawanan ketat terhadap senior mereka tersebut, sebelum menyerah dalam 20 menit.
Juara Jepang Terbuka Super Series, Muhammad Rijal/Vita Marissa juga maju ke babak semi final dengan menyingkirkan ganda campuran Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. Rijal/Vita yang diunggulkan di tempat keenam mampu menang dalam rubber-game 18-21 21-12 21-15 dalam waktu 45 menit. (CAY)

