Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:44 WIB
Penemu Sirup Mangrove Somasi ITS
Kris R Mada | Jumat, 26 September 2008 | 16:29 WIB
|
Share:

TPG Images

SURABAYA,JUMAT-Seorang warga Rungkut Wonorejo, Mochson mensomasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Somasi terkait dugaan klaim institut itu sebagai penemu sirup mangrove.

Mochson mengatakan, sirup itu mulai dibuatnya pada 2004. Pada 2006, beberapa mahasiswa ITS belajar membuat sirup itu pada dia. Saat wisuda pada September 2007, ITS meminta saya membuat sirup untuk dihidangkan ke tamu. "Tetapi, dipublikasikan kalau sirup itu buatan mahasiswa ITS," ujarnya di Surabaya, Jumat (26/9).

ITS sudah beberapa kali diingatkan soal itu. Tetapi, publikasi masih terus dilakukan. Karena itu saya mensomasi ITS untuk mengklarifikasi ke publik bahwa resep sirup itu tidak ditemukan mahasiswa ITS. "Resep sirup itu saya temukan," ujarnya.

Sementara Direktur Pusat Pengembangan Kewirausahaan ITS Widya Utama mengatakan, ITS belum akan menanggapi somasi itu. Somasi itu dinilai tidak tepat sasaran. "Kami punya beberapa pertimbangan untuk tidak segera menanggapi somasi itu," ujarnya.

Pertama, surat ditujukan tertulis kepada ITS. Tetapi, isi surat lebih tertuju pada indvidual yaitu Widowati Sulistyo Palupi (mahasiswa Biologi ITS yang tergabung dalam tim sirup mangrove). Meski begitu, nantinya ITS tetap akan berada di belakang individu yang bersangkutan karena dia juga sebagai mahasiswa ITS.

Alasan kedua, isi surat menjelaskan ketidakmampuan si pengirim somasi untuk melakukan pengurusan paten dan surat izin industri yang menurutnya seharusnya bisa diurus. Hal ini jelas bukan menjadi wewenang ITS jadi tidak relevan kalau keluhan itu ditujukan ke ITS.

Ketiga, dalam surat tersebut pihak yang bersangkutan mengklaim sebagai penemu resep sirup mangrove. Dalam hal ini, terlihat terlalu bias. "Yang dia klaim itu resep yang mana? Soalnya resep itu bisa berbagai macam baik bentuk dan rasanya, jadi dalam hal ini belum jelas," ujarnya.

Keempat adalah ketidakjelasan somasi tentang tuduhan promosi yang dilakukan ITS di media massa terkait sirup mangrove. Widya mengaku selama ini ITS tidak pernah melakukan promosi apapun di media massa, terutama memasang iklan. Kalau pun ada berita di media massa, itu merupakan hasil liputan media massa itu sendiri dan itu di luar wewenang dari ITS untuk memberitakannya.

Dikatakan Widya, selama ini pihaknya sudah pernah berusaha membicarakan masalah ini secara musyawarah baik-baik dengan pihak bersangkutan. Tapi tak pernah ada tanggapan atau pun balasan terhadap ajakan tersebut.