JAKARTA, JUMAT - Direktur Pengembangan dan Usaha Perum Pegadaian, Wasis Juhar mengatakan, Perum Pegadaian diperkirakan akan menjadi persero pada pertengahan tahun depan dalam upaya meningkatkan ekspansi usaha.
"Perubahan status Pegadaian dari Perum ke Persero sebenarnya tidak begitu mendasar. Selama masih menjadi Perum, Pegadaian kesulitan memperoleh dana segar untuk meningkatkan penyaluran kredit," kata Wasis Juhar kepada pers di Jakarta, Jumat (26/9).
Menurut dia, permintaan kredit Pegadaian dari tahun ke tahun terus meningkat yang membutuhkan dana segar untuk memenuhi permintaan masyarakat. "Pegadaian pada tahun ini mentargetkan kredit sebesar Rp 30 triliun, naik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 24 triliun," katanya.
Ia mengatakan, apabila status Pegadaian berubah menjad persero akan bisa menjual sahamnya ke pasar modal. Selama ini Pegadaian mencari permodalan dengan meminjam dana dari pihak perbankan. "Kami optimis apabila Pegadaian menjadi pesero maka masalah permodalan akan dapat diatasi dengan cepat," katanya.
Ditanya lamanya proses perubahan itu, menurut dia, proses itu memang sudah berjalan dua tahun lebih, namun kami tidak terburu-buru untuk merubah status tersebut, apabila pasar modal saat ini kurang kondusif. "Mudah-mudahan menjadi persero bisa terjadi pada pertengahan tahun depan, doakan saja," katanya.

