Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 11:56 WIB
Garuda Dicekal Eropa, Ekspor Ikan Hias Makin Turun
Erlangga Djumena | Kamis, 25 September 2008 | 16:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Ekspor ikan hias Indonesia mengalami penurunan, seiring perpanjangan larangan terbang Garuda Indonesia ke Eropa yang diperkirakan membuat ekspor ikan hias akan semakin menurun.
    
"Ekspor memang berkurang drastis sejak Garuda Indonesia dilarang terbang ke Eropa. Karena itu, kita sedang coba untuk mencari penerbangan langsung lainnya ke beberapa negara tujuan ekspor tersebut," kata Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Martani Huseini, di Jakarta, Kamis (25/9).
    
Dia mengatakan saat ini satu-satunya cara untuk melakukan ekspor ikan hias harus melalui Singapura. Jika terlalu lama, ikan hias berada di sana maka dianggap sebagai produk Singapura yang diekspor ke negara tujuan berikutnya.

"Itu alasan kenapa 90 persen ekspor ikan hias Singapura berasal dari Indonesia. Hanya dalam waktu dua minggu berada di Singapura maka dianggap ikan hias tersebut berasal dari negeri tersebut," ujar dia.

Saat ini, penerbangan langsung Garuda Indonesia hanya ke Hongkong, Dubai, dan Jepang, ujar dia. Sedangkan importir terbesar ikan hias adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.

Menurut dia, kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia merupakan satu cara memperbanyak spesies ikan hias guna peningatan jenis ekspor ikan hias juga.

Sementara itu, Direktur Pedagangan Luar Negeri DKP, Saut P Hutagalung, mengatakan, penurunan ekspor ikan hias memang terjadi setiap tahunnya. Pada 2005 ekspor masih mencapai 17,5 juta AS dollar, pada 2006 turun menjadi 13,8 juta AS dollar, dan pada 2007 hanya 9,3 juta AS dollar. "Untuk itu, pengalihan negara tujuan ekspor ke Timur Tengah juga dijajaki agar ekspor ikan hias dapat meningkat lagi," katanya. 

Sumber :
Ant