BERITA FOTO: Gangguan Jiwa Gara-gara Dua Kali Tidak Lolos Akpol
Agus Susanto | Rabu, 24 September 2008 | 21:53 WIB
|
Share:
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Farid, pasien yang menderita gangguan jiwa dirantai tangan kanannya di Yayasan Galuh, Panti Rehabilitasi Cacat Mental di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/9).
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Uut, pasien yang menderita gangguan jiwa karena tak lolos dua kali masuk Akademi Kepolisian (Akpol) duduk di pojok tembok Yayasan Galuh.
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Asep, pasien yang menderita gangguan jiwa tiduran di lantai Yayasan Galuh, Panti Rehabilitasi Cacat Mental di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/9).
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Nardi, pasien yang menderita gangguan jiwa mengisap rokok di Yayasan Galuh, Panti Rehabilitasi Cacat Mental di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/9).
UUT, pasien yang menderita gangguan jiwa karena tak lolos dua kali masuk Akademi Kepolisian (Akpol) termangu duduk di pojok tembok. Sementara, pasien lainnya ada yang tangannya dirantai oleh perawat.
Mereka adalah pasien Yayasan Galuh, Panti Rehabilitasi Cacat Mental di Kota Bekasi, Jawa Barat. Di panti ini pasien mendapat binaan dan pengobatan alternatif misalnya melalui pijatan dan rapalan doa.
Sebanyak 276 pasien dirawat di yayasan ini dengan beragam gangguan jiwa akibat pengaruh ilmu kebatinan, kecanduan narkotika hingga tekanan ekonomi. AGS/FIA