Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 11:45 WIB
Pelaksanaan Haji Kini Dipantau Tim Independen
HAMZAH | Rabu, 24 September 2008 | 12:55 WIB
|
Share:

Serambi Indonesia/M Anshar
Zainabun Binti Daud (80), memegang boneka unta sebagai cinderamata saat turun dari pesawat di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Selasa (25/12) Sebanyak 322 jemaah haji kloter pertama embarkasi Banda Aceh tiba pada pukul 12:40 WIB.

TERKAIT:

JAKARTA, RABU — Masih carut-marutnya penyelenggaraan haji yang dilaksanakan oleh Departemen Agama membuat Forum Reformasi Haji Indonesia (For-Haji), Tim Pengacara Muslim (TPM), dan Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umroh RI (Amthuri) membentuk Tim Independen Pemantau Haji Indonesia (TIPHI) 2008.

Menurut Ketua TIPHI Sjamsul Bahri, tujuan dibentuknya lembaga ini adalah untuk melakukan monitoring dan memantau pelaksanaan haji, jemaah haji asal Indonesia tahun 2008. "Nanti kita akan memberikan masukan kepada pemerintah, dalam hal ini DPR dan Departemen Agama, tentang penyelenggaraan haji yang ideal, setelah melakukan monitoring dan pemantauan musim haji 2008," kata Sjamsul di Jakarta, Rabu (24/9).

Dalam pelaksanaannya, TIPHI akan membentuk tiga kelompok kerja (pokja), di antaranya Pokja Organisasi dan Rencana Kerja, Pokja Panduan dan Pembekalan Pemantauan, serta Pokja Sosialisasi. "Semua pokja tersebut akan bekerja secara independen, tanpa intervensi dari pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," lanjutnya.

TIPHI berdiri sejak 17 September 2008 lalu, dengan anggota 17 orang dan pembiayaannya dilakukan secara swadaya. "Semua pembiayaan TIPHI ditanggung para pendirinya. Dan kami tidak mendapat atau mengharapkan dana dari pemerintah untuk menjaga independensi kami," ujar Ade Marfuddin, Ketua For-Haji.