JAKARTA, RABU-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (24/9), bertempat di Kantor Presiden, Jakarta menyerahkan zakat penghasilan senilai Rp 20.390.720 kepada badan amil zakat nasional (Baznas).
Selain zakat penghasilan, Presiden Yudhoyono juga menyerahkan zakat fitrah senilai Rp 1,225 juta. Zakat fitrah tersebut juga termasuk cucu pertama SBY, Almira Tunggadewi Yudhoyono dan 34 anggota keluarga. "Sebagai seorang muslim presiden menyerahkan zakatnya melalui baznas," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Menurut Andi, penyerahan zakat kepada baznas untuk memberikan contoh kepada penyelenggara negara, dan pemerintahan daerah sehingga lebih efektif, tertib dan aman. "Presiden menghimbau penyelenggara negara untuk menyerahkan zakat ke baznas dan badan amil zakat daerah, terutama kepada gubernur, bupati, dan walikota," ujarnya.
Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional H Didin Hafidhuddin usai bertemu dengan Presiden Yudhoyono mendukung pernyataan SBY tersebut. "Kita harapkan himbauan ke pemda dalam memberikan zakat ke baznas diperhatikan sehingga bisa dilmanfaatkan secara maksimal," paparnya.
Didin berharap pemberian zakat tidak lagi dilakukan secara personal dengan menghimpun massa. "Kita berharap mustahiq didatangi karena akan lebih terhormat untuk mereka," tandasnya.
Disinggung perihal ketidakpercayaan masyarakat terhadap baznas, dan lembaga amil zakat di Tanah Air, Didin menegaskan, permasalahan justru bukan lantaran ketidakpercayaan masyarakat. "Saya kira faktor sosialisasi, bukan tidak percaya. Sosialiasasi yang kita akui berat, dan bukan persoalan mudah. Apalagi sesungguhnya mereka belum mengetahui. Kami akan meningkatkan kinerja kami," sergahnya.(Persda Network/Ade Mayasanto)

