Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:33 WIB
Dubes Da'i Tinjau Mudik WNI di Port Klang
I Made Asdhiana | Selasa, 23 September 2008 | 16:31 WIB
|
Share:

KUALA LUMPUR, SELASA - Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar melihat langsung lonjakan arus penumpang WNI yang akan mudik ke Tanjung Balai, Sumatera Utara dan Dumai, Riau melalui kapal-kapal feri di Port Klang, Selangor, Selasa (23/9). "Saya Dubes Indonesia, Da’i Bachtiar, mau melihat langsung arus lonjakan penumpang di Port Klang ini," kata Da’i kepada ratusan WNI yang sedang menumpuk di Port Klang.

Port Klang menjadi salah satu pelabuhan feri penyeberangan yang besar atau pintu keluar masuk WNI utama yang ingin pulang kampung ke Indonesia lewat Sumatera.

Pada hari-hari normal ada empat kapal feri yang melayani rute Port Klang - Tanjung Balai setiap hari sedangkan rute Port Klang - Dumai setiap hari ada dua kapal.

"Sejak tanggal 20 September 2008 telah ditambah masing-masing dua kapal untuk kedua rute tersebut. Kini ada enam kapal feri melayani rute Port Klang - Tanjung Balai dan empat kapal feri melayani rute Port Klang - Dumai.

Namun untuk rute Port Klang - Tanjung Balai telah disiapkan empat kapal tambahan lagi menjadi 10 kapal feri per hari," kata Ghazali Hassan, General Manager Conventional North Porth. Port Klang adalah pelabuhan penyeberangan dibawah pengelolaan North Port Bhd.

Menurut Ghazali, lonjakan arus mudik WNI dari Malaysia ke Indonesia via Port Klang sudah mulai terasa sejak 20 September 2008. Diperkirakan puncak lonjakan terjadi pada ujung minggu ini.

Tahun lalu, arus mudik lebaran WNI via Port Klang sekitar 200.000 orang, dan tahun ini diperkirakan naik antara 200.000 - 250.000 orang.

Lonjakan itu disebabkan karena banyak warga Aceh, sekitar 24.000 orang, yang akan dipulangkan ke kampung halaman. Pemerintah Malaysia tidak lagi memperpanjang izin tinggal sekitar 24.000 warga Aceh yang diberi izin tinggal sejak 2005 melalui IMM3 atau kartu Tsunami.

Lonjakan arus mudik WNI via Port Klang pada tahun ini diperkirakan akan naik terkait dengan arus pulang kampung sebagian warga Aceh.

Beberapa WNI yang mengenal Da’i sebagai mantan Kapolri tampak senang bertemu dan bersalaman.

"Masih ingat saya," tanya Da’i.

"Pak Da’i kan! Dulu Kapolri yah," ujar laki-laki maupun wanita yang mengenalinya.

"Iya saya sekarang saya menjadi Dubes di Malaysia," jawab Da’i.

Da'i kemudian menanyakan apakah semua berjalan lancar. Masyarakat WNI yang akan mudik menjawab lancar-lancar saja dan tidak ada masalah.

Selain melihat terminal penumpang, Da’i pun meninjau kapal feri. "Nyaman juga kapal feri penyeberangannya," kata Da’i usai masuk ke kabin kapal feri tujuan Tanjung Balai.

Walau terjadi lonjakan, para operator kapal feri tidak mengenakan biaya tambahan. Tarif ke Tanjung Balai 120 ringgit per orang dengan 3,5 jam perjalanan, dan  tarif ke Dumai 170 ringgit per orang dengan 4,5 jam perjalanan.

Seorang staf PR Port Klang Mohd Shah Johari mengaku senang melihat seorang duta besar melihat kesibukan Port Klang terkait dengan arus mudik. "Ini baru pertama kali seorang Dubes Indonesia menengok langsung warganya mudik via Port Klang," katanya.

Sumber :
Antara