Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:23 WIB
Enam Komitmen Bambang Hendarso jika Jadi Kapolri
Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 22 September 2008 | 11:02 WIB
|
Share:

CAROLINE DAMANIK
Calon Kapolri Komjen Pol Bambang Hendarso bersama istri, putranya Hanny Kuncoro, menantunya Mita dan kedua cucunya, sebelum menyambut kedatangan anggota Komisi III DPR RI di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jumat (19/9). Putra bungsunya Bayu Huda Wicaksono tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah umroh.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SENIN - Enam komitmen diungkapkan oleh calon Kapolri Komjen Bambang Hendarso Danuri, dalam paparan visi misinya jika terpilih menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Sutanto.

Komitmen pertama, menghadapi Pemilu 2009 mendatang, Bambang berkomitmen bahwa Polri akan bersikap netral dan tidak memihak."Polri akan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak. Kami akan tetap bersikap netral terhadap politik dan tidak terlibat dalam politik praktis," kata Bambang dalam fit and proper test calon Kapolri, di Gedung DPR, Senin (22/9).

Komitmen kedua, bertindak tegas terhadap tindak kejahatan korupsi, perjudian, illegal logging, illegal fishing, illegal mining, dan kejahatan konvensional lainnya. "Untuk judi, illegal logging, illegal fishing dan illegal mining, tidak ada kompromi. Jika ada pembiaran atas tindak kejahatan ini, akan dilakukan tindakan terhadap oknum yang melakukan pembiaran itu," ujarnya.

Berkaitan dengan pelayanan, Polri akan menitikberatkan pada keberlanjutan dan peningkatan upaya untuk melakukan perbaikan misalnya terhadap tindakan pungli atau layanan administratif. Hal ini dilakukan agar Polri bisa tampil prima.

Komitmen keempat, Polri akan meningkatkan kerjasama baik internal maupun eksternal, sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ia pun berharap, DPR bisa memberikan pengawasan secara lebih intens terhadap Polri.

Komitmen kelima, melakukan peningkatan pembinaan di tubuh Polri, dengan cara memperbaiki program pendidikan dan meningkatkan kualitas kompetensi personil Polri.

Komitmen terakhir yang diutarakan Bambang, pengelolaan keuangan negara dan pengadaan sarana prasarana Polri akan dilakukan secara transparan, objektif, tepat sasaran, dan bersih dari KKN. "Ini untuk menghindari penyimpangan dan kebocoran anggaran," kata Bambang.