KUPANG - Angin puting beliung secara tiba-tiba menyerbu kawasan RT 32/RW 01, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (20/9), sekitar pukul 13.30 wita. Akibatnya, atap rumah baru milik pasangan Yansenius Bulelogo dan Mariane Bulelogo terbongkar.
Pada saat kejadian Mariane bersama dua anaknya yang masih kecil dan seorang anggota keluarga dari Sabu sedang berada di rumah. Sedangkan Yansenius sedang berada di tempat kerja, sekitar dua kilometer dari rumah. Secara tiba-tiba angin puting beliung datang dari arah selatan, menyerbu rumah yang baru dihuni pemiliknya itu sekitar satu bulan terakhir.
Akibatnya, sejumlah lembar seng di atap rumah utama terbongkar dan jatuh ke tanah. Demikian pun atap dapur yang masih darurat terangkat sebagian ke atas atap rumah utama. Sejumlah seng pun terlepas dan beterbangan sampai sejauh 200 meter. Untung saja seng-seng itu tidak ada yang jatuh ke dalam rumah, sehingga Ny. Mariane dan anak-anaknya selamat.
Dari rumah itu, angin terus bergerak ke arah barat dan sempat meresahkan warga sekitar yang menyaksikan pergerakannya. Angin itu bergerak zik-zak seolah-olah mencari mangsa. Tetapi pohon-pohon jati yang ada di kawasan itu menghalangi gerakannya sehingga lama-kelamaan gerakannya melemah dan menghilang ke arah barat.
Ketika angin menghilang, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi rumah Yansenius. Tampak seng-seng dan kayu-kayu dari rangka dapur berserakan. Bahkan ada seng yang tersangkut di atas pohon. Warga pun tidak bisa berbuat banyak, selain memandangi atap rumah yang sudah berlubang besar.
Tak lama kemudian Yansenius tiba di rumah. Dia seperti tidak percaya rumahnya yang baru dibangun dengan dana bantuan berbagai pihak itu bisa terbongkar. Namun, dia pun tidak berkomentar banyak. Dia langsung bergegas ke toko, membeli paku untuk memasang kembali seng yang terbongkar. Keluarga Yansenius dikenal sebagai keluarga yang sangat sederhana.
Akhir tahun lalu, bubungan rumah milik Usman Patuh yang terletak tidak jauh dari rumah Yansenius juga terbongkar diterbang angin puting beliung ke arah barat. Angin yang sama juga membongkar atap rumah yang terletak sekitar 300 meter di sebelah barat rumah Usman. (ati)

