JAKARTA, JUMAT - Masih banyaknya insiden kekerasan, pelanggaran Hak Asasi Manusia, serta minimnya toleransi antar umat beragama di Indonesia, membuat Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) prihatin. Bersama lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat yang lain, ICRP akan mengajak para pemuka agama yang ada di Jakarta untuk menggelar Malam Renungan Perdamaian Indonesia (MRPI) 2008.
Menurut Ketua ICRP, Romo Haryanto, acara tersebut akan diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu, 21 September 2008, dari pukul 20.00 sampai 22.00 WIB. "Renungan perdamaian tidak hanya diperingati di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Dengan tajuk International Day of Peace Vigil," terang Haryanto, di Jakarta, Jumat (19/9).
International Day of Peace Vigil atau hari perdamaian Internasional, sebenarnya sudah ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB melalui resolusi 55/282 tahun 2001. Sedangkan hari peringatannya dilakukan setiap 21 September.
"Karena peringatan tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, besar harapan peringatan kali ini dapat lebih diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah," lanjutnya. Haryanto mengatakan, tujuan diadakannya MRPI 2008 adalah untuk mempercepat proses pencapaian kehidupan penuh damai dan tentram di Indonesia.

