JAKARTA, JUMAT- Meskipun harga minyak mentah dunia terus turun hingga mencapai 96 dollar AS per barrel pada Jumat (19/9) ini, pemerintah memastikan belum bisa menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, asumsi harga minyak mentah masih di atas rata-rata 100 dollar AS per barrel hingga akhir tahun ini.
Akibatnya, subsidi BBM yang masih ditanggung APBN masih di atas Rp 160 dollar AS. Demikian disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjawab pers, seusai sholat Jumat di Istana Wapres, Jakarta.
Hingga saat ini, harga minyak masih turun naik atau berfluktuasi. Angkanya masih sekitar 100 dollar AS per barrel. Karena itu, pemerintah belum bisa menurunkan harga BBM-nya. Tahun ini, harga minyak mentah masih dianggarkan rata-rata 90 dollar AS per barrel. "Bahkan, pernah sampai 140 dollar AS per barrel sehingga masih rata-rata 100 dollar AS," ujar Wapres Kalla.
Menurut Wapres Kalla, susbsidi BBM di APBN juga masih tinggi, yaitu sekitar Rp 160 triliun. Jadi, subsidinya masih di atas nilai yang ditetapkan di APBN. Padahal, harga minyak mentah itu faktor dari besaran dari subsidi. "Karena itu, belum diputuskan mengenai harga, karena masih fluktuasi," tambah Wapres Kalla.

