Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:20 WIB
Pasar Minyak Fokus Krisis Finansial
Erlangga Djumena | Jumat, 19 September 2008 | 12:41 WIB
|
Share:

Kompas/Lucky Pransiska
Pengunjung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/8). Pada penutupan perdagangan Selasa (12/8), Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 76,341 poin ke posisi 2.057,579, posisi terendah sepanjang tahun 2008.

TERKAIT:

SINGAPURA, JUMAT - Harga minyak dunia mixed di perdagangan Asia Jumat (19/9), pasar fokus pada masalah finansial global setelah para pejabat Amerika Serikat bertemu untuk membicarakan suatu rencana untuk mengatasi aset yang buruk yang berakar dari krisis finansial dunia, kata analis.

Kontrak utama New York untuk minyak mentah jenis light sweet pengiriman Oktober naik 24 sen menjadi 98,12 dollar per barrel, setelah pada penutupan perdagangan di New York Mercantile Exchange (Nymex) pada Kamis (18/9) berada pada 97,88 dolar .

Minyak mentah Brent Nort Sea untuk pengiriman November turun 4 sen menjadi 95,15 dollar setelah naik 35 sen menjadi 95,19 dollar pada Kamis di London.

Para pejabat Amerika Serikat dari Keuangan, Federal Reserve dan juga Kongres bertemu Kamis untuk membicarakan bagaimana mengatasi aset yang buruk institusi finansial yang berakar dari krisis kredit keuangan.

Kamis pagi bank-bank sentral terkemuka dunia memompa lebih dari 300 miliar dollar memasuki sistem perbankan global dalam upaya menenangkan pasar finansial.
    
Harga minyak naik sekitar 6 dolar pada Rabu setelah serangkaian bailout multi miliaran dollar AS pekan ini, kejatuhan Lehman Brothers dan pengambilaihan di sektor keuangan, para investor masih melihat dua bank investasi besar AS lainnya, Morgan Stanley dan Goldman Sachs, dan Washington Mutual, bank tabungan dan kredit terbesar AS.
    
Dengan pasar yang bergolak, para analis mengatakan para investor memberikan sedikit perhatian terhadap "perang minyak" yang diluncurkan akhir pekan lalu oleh kelompok militan terhadap perusahaan-perusahaan minyak di Nigeria dan ketatnya cadangan minyak mentah AS.

Harga minyak mengalami penurunan dari rekor tinggi di atas 147 dollar pada awal Juli, di tengah kekhawatiran pelemahan ekonomi dan menurunnya permintaan energi.

Sumber :
Ant