Kamis, 27 November 2014

News / Nasional

Simulasi Surat Suara Dimulai 22 September

Rabu, 17 September 2008 | 15:24 WIB

JAKARTA, RABU-Simulasi surat suara akan dilaksanakan mulai pekan depan yakni pada Senin (22/9) di Papua dan Jawa Timur, kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati di Jakarta, Rabu (17/9).

Sedangkan rencana simulasi surat suara di Nanggroe Aceh Darussalam  (NAD), kata Andi, akan dilaksanakan setelah Lebaran. "Tanggal 22 September di Papua dan Jawa Timur. Sedangkan di NAD, atas permintaan KPU setempat baru bisa dilaksanakan 13 Oktober 2008," katanya.

Menurut Andi, simulasi itu akan melibatkan 500 pemilih di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan sejumlah petugas KPPS. Pelaksanaan simulasi yakni di kabupaten.  Khusus di Papua, kata Andi, simulasi akan dilaksanakan di daerah perbatasan antarkabupaten.  "Kemungkinan desain surat suara yang akan disimulasikan tidak hanya satu. Ada desain berbeda di satu tempat simulasi," katanya.

Ia menjelaskan, kemungkinan dalam satu TPS, sebagian pemilih akan menggunakan desain surat suara pertama, sedangkan sebagian lagi menggunakan desain kedua. Dalam simulasi tersebut juga akan digunakan sejumlah alat penanda seperti bolpoin atau spidol. Dari hasil simulasi itu akan diketahui alat penanda yang baik untuk menandai surat suara "Kita juga akan bertanya ke pemilih desain surat suara mana yang mudah, dari segi waktu mana yang lebih cepat. Mana yang lebih akurat dan efisien," kata Andi.

Ia mengatakan KPU mengundang Bawaslu, Komisi II DPR dan Depdagri untuk mengikuti simulasi surat suara. Setelah simulasi, KPU akan menyerahkan hasilnya pada DPR dan pemerintah.  Selanjutnya, KPU akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan desain surat suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2009. "Pertengahan Oktober kita harapkan sudah selesai," katanya.

Awalnya, KPU berharap desain surat suara telah diputuskan pada akhir September. Menurut Andi, target penyelesaian surat suara bergeser menjadi pertengahan Oktober. Meskipun Daftar Calon Tetap (DCT) baru ditetapkan dan diumumkan pada 31 Oktober, KPU ingin agar desain suara telah ditetapkan sebelum DCT. "Meskipun untuk desain surat suara masih banyak waktu, tetapi secepatnya lebih baik," katanya.


Editor :
Sumber: