NEW YORK, SELASA - Harga minyak mentah kembali turun ke posisi 90 dollar AS pada Selasa (16/9) waktu setempat, atau Rabu pagi WIB, mencapai rekor terendah dalam tujuh bulan terakhir di tengah gejolak pasar finansial yang dapat mendorong turunnya permintaan energi.
Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Oktober, di New York Mercantile Exchange, merosot 4,56 dollar AS menjadi dututup pada 91,15 dollar AS per barrel. Sedang di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman November jatuh menjadi 89,22 dollar AS, posisi terendah dalam tujuh bulan, turun 3,16 dollar AS.
OPEC pada Selasa menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2008 menjadi 1,02 persen dari sebelumnya 1,17 persen, dalam menghadapi penurunan permintaan yang telah terjadi di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia.
Harga minyak mentah sekarang telah jatuh sekitar 10 dollar AS dalam dua sesi terakhir atau turun sekitar 38 persen, sejak mencapai rekor harga tertinggi di atas 147 dollar AS pada Juli.
Minyak mentah jatuh "untuk alasan bahwa sangat sedikit yang dilakukan dengan pokok fundamental. Harga dari aset-aset seluruh golongan terus terdorong turun oleh upaya meraih dana tunai dan menghidari risiko," kata Mike Fitzpatrick, dari MG Global.
Kekhawatiran mendalam tentang pelambatan dalam permintaan "kemungkinan membayangi pasar energi dalam jangka pendek, sementara jatuhnya institusi keuangan utama atau peristiwa (asuransi AS yang kesulitan) AIG, dapat mengakibatkan terjadinya aksi jual secara luas pada komoditas," kata analis dari Sucden, Andrey Kryuchenkov di London.

