Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:11 WIB
Tragedi Zakat Pasuruan Jangan Terulang Lagi
Nina Susilo | Selasa, 16 September 2008 | 12:06 WIB
|
Share:

SURYA/ABDUS SYUKUR
Warga yang sebagian besar para ibu berdesakan dan terinjak saat berebut zakat dari dermawan bernama H Saikhon di Gang Pepaya, Jalan dr Wahidin, Kelurahan Purutrejo, Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9).

TERKAIT:

SURABAYA, SELASA - Menyikapi pembagian zakat yang memakan 21 korban meninggal, Penjabat Gubernur Jawa Timur (Jatim), SetyaPurwaka, meminta semua kepala daerah dan perangkatnya peka dan responsif dengan kejadian di wilayah masing-masing. Hal serupa dilarang terulang lagi.

"Jangan sampai kepala daerah baru mengetahui kejadian diwilayahnya dari koran, televisi, atau sms teman. Semestinya ada deteksi dini dan segera melaporkan kepada pejabat di atasnya" kata Setya sebelum memberi pengarahan persiapan angkutan lebaran terpadu dan distribusi bahan pokok di Jatim, Selasa (16/9) di kantor Pemerintah Provinsi Jatim.

Setya juga memimpin muspida, beberapa bupati/wali kota yanghadir, serta kepala-kepala dinas untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan mereka yang meninggal Senin(15/9). Setya menegaskan, semestinya penyaluran zakat dilakukan melalui basisnya. Kalaupun kurang percaya dengan basisnya,diharapkan ada koordinasi dengan aparat desa, kecamatan, pemerintah kota/kabupaten, dan polisi.

"Aparat desa dan kecamatan harus peka. Kalau melihat keramaian, inisiatif cek dan laporkan kepada pemerintahkota serta polisi. Ke depan, tidak boleh lagi ada kejadiandengan jatuh korban," tutur Setya.