Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:57 WIB
Minum Susu Tercemar, 1.253 Bayi Sakit
| Selasa, 16 September 2008 | 07:34 WIB
|
Share:

BEIJING, SELASA — Skandal susu yang tercemar di China kian meminta korban setelah Pemerintah China, Senin (15/9), melaporkan, seorang bayi meninggal setelah mengonsumsi susu tersebut. Ini bayi kedua yang meninggal, sementara lebih dari 1.253 bayi sakit berkaitan dengan susu itu, dengan 340 masih dirawat di rumah sakit.

Polisi telah menangkap dua bersaudara yang dicurigai menambahkan bahan kimia pada susu yang mereka pasok kepada Sanlu Group, sebuah perusahaan pembuat susu bayi yang berpatungan dengan perusahaan Selandia Baru. Pemerintah Selandia Baru kemarin menarik semua produk susu bubuk itu.

Bayi kedua yang meninggal berasal dari Provinsi Gansu, sebuah kawasan miskin di barat laut China. Kematian bayi pertama yang terkait dengan susu tercemar itu juga terjadi di sana.

Menurut kantor berita Xinhua, salah satu bayi itu adalah bayi lelaki berusia lima bulan yang meninggal bulan Mei. Korban yang lain adalah bayi perempuan berusia delapan bulan yang meninggal bulan Juli setelah orangtuanya mengambilnya dari rumah sakit.

”Keluarga itu menolak operasi memasukkan kateter dan meninggalkan perawatan,” kata Wang Yu, pejabat Departemen Kesehatan China, dalam sebuah jumpa wartawan.

Sampai Senin pagi, 1.253 anak didiagnosis menderita penyakit yang berhubungan dengan susu bubuk itu. ”Sekitar 340 anak masih dirawat di rumah sakit dan 53 relatif parah,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ma Xiaowei dalam konferensi pers.
Pada akhir pekan lalu para pejabat mengatakan, 432 anak sakit karena susu bubuk itu.

Sekitar 43 persen saham produsen susu Sanlu Group dimiliki perusahaan besar Selandia Baru, Fonterra. Sanlu pekan lalu menghentikan produksi setelah para penyidik menemukan unsur kimia melamin dalam susu bubuknya, menyebabkan batu ginjal dan komplikasi pada anak-anak.

Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark, Senin, mengatakan, dia mengetahui masalah itu pada 5 September dan mengadakan pertemuan dengan para menteri senior tiga hari kemudian. Dia meminta agar produk susu itu ditarik dari pasar.

Dua kakak-beradik Geng, yang mengelola sebuah pusat pemasok susu di Provinsi Hebei, ditangkap dengan tuduhan menambahkan melamin pada susu agar kandungan proteinnya tampak lebih tinggi. Mereka menjual sekitar 3 ton susu tercemar setiap hari kepada Sanlu Group. (Reuters/AP/DI)

Sumber :
Kompas Cetak