Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:01 WIB
Sekolah Korban Lumpur Pusing Cari Kontrakan
| Senin, 15 September 2008 | 01:19 WIB
|
Share:

KOMPAS/ RADITYA HELABUMI
Warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur mengungsikan sejumlah harta benda menuju Jalan Tol Porong - Gempol setelah tanggul penahan lumpur di titik 40 jebol, Minggu (10/2) lalu.

TERKAIT:



SIDOARJO, SENIN - Pengurus Sekolah Madrasah Kholid Bin Walid di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo yang digenangi lumpur panas kini berpikir keras  mendapatkan kelas baru bagi anak-anak madrasah ini. “Kami sangat membutuhkan ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar siswa kami,” ungkap Ali Masad, kepala sekolah Madrasah Kholid Bin Walid, Minggu (14/9).

Gedung yang sekarang dikepung tanggul kata Ali, sudah sangat tidak memungkinkan lagi untuk menimba ilmu bagi 150 siswa. Selain banyak peralatan sekolah yang rusak suasana belajar mengajar juga terancam dengan genangan air. Ironsinya kata Ali, sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah terkait kondisi sekolah tersebut.

Rencananya pihak sekolah akan mencari gedung kontrakan untuk menampung siswa, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. “Inginnya kami mencari gedung kontrakan di wilayah yang aman dari jangakauan lumpur seperti di Desa Glagaharum, tapi kami masih bingung biayanya, ” terangnya.

Sekolah Yayasan Kholid bin Walid ini kata Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, termasuk wilayah area peta terdampak lumpur panas. “Lapindo yang bertanggungjawab untuk penyelesaian ganti rugi, saat ini belum seluruh warga di desa itu mendapatkan ganti rugi, dan ada sebagain dari warga yang bertahan di wilayah tersebut menunggu ganti rugi,” paparnya. (Wiwit Purwanto)

Sumber :
Surya