TANGERANG, MINGGU - Enam orang remaja asal Kompleks Asrama Brimob tewas setelah terlibat tawuran dan perang petasan dengan warga Kampung Saidin, Kelurahan Bambu Apus, Ciputat, Tangerang, Minggu (14/9) pagi sekitar pukul 05.30 di pinggiran Situ Ciputat. Keenam remaja itu nekat terjun ke situ Ciputat karena ketakutan dikejar warga dan didepannya polisi. Karena jumlah warga Kampung Saidin lebih banyak, sekitar 20 orang remaja penghuni Kompleks Asrama Brimob tersebut melarikan diri," ujar Daryono, seorang saksi mata, warga Pamulang, Minggu siang.
Ia menyebutkan, situasi semakin panik setelah warga Kampung Saidin menyerang dan terdengar suara sirine petugas Polsek Pamulang sehingga sekitar puluhan orang remaja tersebut menceburkan diri ke pinggir Situ Ciputat. "Karena tidak bisa berenang, keenam korban itu akhirnya tenggelam terbenam dalam lumpur setinggi lutut orang dewasa di Situ Ciputat yang memiliki kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter," ujarnya.
Daryono menuturkan, keenam korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR yang dibantu warga sekitar pukul 09.30 dalam kondisi tertelungkup pada lumpur. Mereka adalah Ibnu Ganesha (13), Solihin Bujang (15), Randi (15), Sinung (16), Maulana (15), dan Muhamad Iqbal (16).
Teman korban, Bowo (16), mengatakan, saat kejadian para korban berada di antara Polsek Pamulang dan musuh sehingga nekat loncat ke danau.
Sekitar pukul 13.30 keenam jenazah dishalatkan secara bersamaan di Mesjid At-Taqwa, Kompleks Asrama Brimob. Sebanyak 60 warga penghuni Kompleks Brimob Ciputat ikut serta menshalatkan. Rencananya korban Ibnu akan dimakamkan di Yogyakarta, sedangkan kelima korban lainnya dimakamkan di TPU Cimanggis, Ciputat, sore ini.

