Minggu, 20 April 2014

News / Megapolitan

Memberdayakan Diri Lewat Dunia Maya

Minggu, 14 September 2008 | 05:06 WIB

Baca juga

IBU rumah tangga sering dicitrakan senang ngerumpi atau bergosip bila sedang berkumpul. Tidak selamanya ngerumpi itu negatif. Di dunia maya, beberapa komunitas ibu-ibu muda menjadikan ajang ngerumpi sebagai sarana pemberdayaan diri.

Asisten (pembantu) saya ada yang bau badan. Memang tidak selalu, tetapi kalau bau badannya muncul, ampun deh... sampai membuat pusing. Karena pembantu ini mengasuh anak, bau badannya sampai tertinggal di badan anak saya!”

Begitulah keluhan Erna Kasni (33), ibu empat anak yang juga seorang pengusaha. Erna mengeluhkan soal bau badan asistennya itu di mailing list (milis) Dunia Ibu, www.dunia-ibu.org.

Dengan berbagi masalah di milis, Erna berharap bisa mendapat solusi bagaimana mengomunikasikan soal bau badan itu kepada asistennya. Bila menegur langsung, Erna khawatir asistennya tersinggung dan minta keluar dari pekerjaan.

Keluhan Erna langsung mendapat tanggapan. Salah satu anggota milis menyarankan agar asisten diberi bedak anti bau badan. Ada pula yang menyarankan deodoran agar ketiak si asisten lebih wangi. Mereka juga berbagi saran bagaimana cara menegur tanpa membuat tersinggung.

Mia (36), anggota milis We R Mommies (WRM) Indonesia , juga menjadikan milis sebagai tempat ”curhat”. Ketika dirinya dihinggapi perasaan takut berlebihan setelah melahirkan, Mia menumpahkan unek-uneknya itu di milis. Setelah punya anak, Mia punya masalah takut menyetir mobil.

”Kalau saya kecelakaan, anak-anak bagaimana,” tutur Mia. Berkat dorongan dan saran teman-teman di milis, Mia berhasil membangkitkan keberaniannya kembali untuk menyetir mobil.

Butuh dukungan

Menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan mudah. Bahkan bisa dibilang lebih sulit dan berat dibandingkan dengan kerja kantoran.

Rutinitas mengurus rumah, anak, dan suami membuat banyak ibu rumah tangga merasa jenuh. Mereka merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri. Jangankan menambah wawasan dengan membaca buku, terkadang untuk bergaul di luar rumah pun mereka tidak punya kesempatan.

”Karena itu kami sangat membutuhkan komunitas agar bisa saling mendukung sekaligus menambah wawasan,” kata Monica Oemardi (34), pendiri milis WRM yang berkumpul di www.wrm-indonesia.org. (lusiana indriasari/susi ivvaty)

Di dunia maya, selain WRM dan Dunia Ibu, masih ada komunitas ibu-ibu muda lainnya yang memberdayakan diri lewat internet. Sebut saja komunitas Funky Mom, IMSIS (Indonesian Muslim Society in America-Sisters), Dapur Bunda, dan lain-lain.

Komunitas-komunitas ini gencar berdiskusi di internet. Bahkan ada yang menggelar seminar online dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.

Berbagai persoalan mereka perbincangkan. Mulai dari soal keuangan, rumah tangga, hubungan suami istri, mendidik anak, mengelola keuangan keluarga, hingga masalah perselingkuhan dan perseteruan dengan mertua.

Masalah kecantikan dan kesehatan juga menjadi bahan perbincangan. Ada yang bertanya soal cacar air, kutil, alergi, hingga akupunktur pelangsing badan.

Salah satu bagian yang paling digemari di internet adalah acara bertukar resep. Almarhum Anna Siti Herdiyanti akrab disapa Inong (33), pendiri komunitas Dapur Bunda, adalah salah satu ibu muda yang paling giat membagikan resep. Ia bahkan sampai mengarsipkan resep-resep masakannya di blog pribadinya, www.dapurbunda.blogspot.com.

Inong meninggal tahun 2006 lalu karena serangan asma. Setelah ia meninggal, kumpulan resep masakannya dibukukan oleh komunitas WRM yang bekerja sama dengan komunitas Dapur Bunda.

Selain berisi kumpulan resep masakan, buku berjudul Cooking With Love itu juga memuat kisah hidup Inong dan kumpulan puisi yang ditulis sebelum ia meninggal.

”Ini merupakan bentuk penghargaan kami untuk Inong. Banyak ibu muda merasa terbantu dengan resep-resep Inong,” kata Wanda, moderator milis WRM. Cooking With Love menjadi semacam wujud kecintaan seorang ibu terhadap suami dan anak-anaknya.

Buku

Berbagi pengalaman memang penting untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Namun supaya lebih komplet, komunitas ibu-ibu muda ini juga melengkapi milis dan situsnya dengan artikel. ”Artikel ini penting untuk menambah wawasan anggota,” kata Tia, moderator milis Funky Mom (FM).

Bagi anggota yang tidak bisa setiap hari mengikuti diskusi, mereka masih bisa mencari masukan di milis. Komunitas Dunia Ibu misalnya menyediakan rangkuman diskusi dalam bentuk buletin. Buletin mingguan ini bisa didapat gratis di internet setelah lebih dulu mendaftar.

WRM juga menyediakan rangkuman diskusi yang pernah digelar di milis. Rangkuman diskusi ini bisa diakses kapan saja tanpa harus mendaftar.

Untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalamannya, komunitas ibu-ibu muda ini meluncurkan buku. Selain Cooking With Love, WRM menerbitkan buku berjudul Serba Serbi Menyusui.

WRM juga menerbitkan buku berjudul Peranan Orangtua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak. ”Kedua buku ini disaring dari hasil-hasil diskusi dan seminar online ibu-ibu WRM”, tutur Wanda.

Komunitas Dunia Ibu juga sudah membuat buku berjudul Hidup Bahagia Bersama Asisten Rumah Tangga. Karena tema asisten rumah tangga paling banyak dibahas di milis, mereka sepakat membukukan tema tersebut. Di buku ini kita bisa menemukan bagaimana cara menentukan gaji hingga masalah bau badan asisten rumah tangga.


Editor :
Sumber: