BEIJING, JUMAT — Perusahaan susu formula di China menarik produknya dari pasaran karena susu itu diduga menyebabkan kerusakan ginjal.
Perusahaan Sanlu Group Co diperiksa dapartemen kesehatan setempat menyusul kasus kerusakan ginjal pada 14 bayi yang meminum susu tersebut. Sebanyak 43 persen saham Sanlu dimiliki perusahaan asal Selandia Baru, Fonterra. Perusahaan inilah yang memerintahkan Sanlu segera menarik 700 ton susu bubuk dari pasaran.
Seperti diberitakan sebelumnya, 14 bayi sakit keras akibat meminum susu tersebut. Mereka muntah-muntah dan tidak bisa buang air kecil. Satu di antaranya bahkan meninggal dunia. Diduga, orangtua bayi membeli susu Sanlu palsu karena harganya lebih murah di pasaran.(C12-08)

