Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:50 WIB
Putin Yakin Posisi Rusia di Georgia Benar
Jimmy Hitipeuw | Jumat, 12 September 2008 | 00:53 WIB
|
Share:

MOSKOW, KAMIS - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin membela pendirian negaranya dalam pertempuran di Georgia. Putin menekankan bahwa Rusia tidak mempunyai maksud untuk menggabungkan wilayah bekas Soviet.

Putin menerangkan Rusia harus mengambil aksi militer yang tegas setelah Georgia menyerang provinsi sempalan South Ossetia pada 7 Agustus lalu. "Dalam situasi ini apakah seharusnya kami mencuci tangan dari peristiwa berdarah dan mengalihkan perhatian?" tanyanya kepada sekelompok pakar kebijakan luar negeri Barat dalam pertemuan di Sochi, pantai Laut Hitam, Rusia.

Putin menjelaskan kegagalan Moskow mengambil tindakan akan memicu timbulnya kekacauan stabilitas di Kaukasus Utara Rusia, termasuk Chechnya. Putin menyerang balik dengan pernyataan tegasnya saat pakar kebijakan luar negeri Barat mempertanyakan penggunaan aksi kekerasan Rusia dalam jumlah besar terhadap negara tetangganya yang kecil, Georgia.

"Saat sejumlah tank, peluncur roket dan tembakan artileri berat diarahkan ke kami, apakah kami hanya membalasnya dengan tembakan senapan?" Putin balas bertanya. Putin menekankan Rusia tak mempunyai keinginan atau alasan untuk merampas kedaulatan bekas republik Soviet.

Sumber :
AP