JAKARTA, KAMIS - Bursa Efek Indonesia masih terseok-seok di zona merah, meski tidak seburuk dua hari lalu. Indeks Harga Saham Gabungan Kamis (11/9) sore ditutup turun 14,910 poin (0,79 persen) pada 1.870,133.
Sedangkan indeks Kompas 100 melemah 4,332 poin (0,95 persen) menjadi 452,641. Indeks LQ45 turun 3,408 poin (0,90 persen) pada 376,005. Serta Jakarta Islamic Index (JII) menyusut 1,645 poin (0,56 persen) ke posisi 291,329.
Bangkitnya sektor pertambangan, infrastruktur dan perdagangan masih belum mampu menopang indeks ke zona hijau. Sektor miscellaneous industry melorot 7,85 persen, memimpin pelemahan indeks.
Volume perdagangan hari ini mencapai 2,837 miliar saham dengan nilai Rp 3,182 triliun dari 61.997 kali transaksi. Untuk pertama kalinya pada pekan ini, saham naik lebih banyak daripada saham turun meski hanya tipis, yakni 84 berbanding 80.
Saham-saham yang masuk daftar top lossers antara lain Astra international (ASII) turun Rp 1.950 ke Rp 17.350. BATA turun Rp 600 ke Rp 21.000. Samudera (SMDR) turun Rp 500 ke Rp 4.500. Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 5.900. Serta BISI International (BISI) turun Rp 225 ke Rp 2.500.
Sedang yang berhasil masuk di top gainers, antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 20.550. Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Ro 500 ke Rp 2.200. Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 240 ke Rp 1.340. Bayan (BYAN) naik Rp 225 ke Rp 3.800. Bumi Resources (BUMI) Rp 175 ke Rp 3.675. Serta PT Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 ke Rp 2.050.
IHSG juga mendapatkan aura negatif dari bursa regional yang mayoritas terpuruk di area negatif. Namun , IHSG lebih baik dibanding bursa asia pasifik lainnya yang rata-rata berada di atas 1 persen. Bahkan indeks Hang Seng Hong Kong melorot 3,06 persen, kemudian indeks Tertimbang Taiwan 3,19 persen, indeks Strait Times 3,10 persen, serta indeks All Ordinaries Australia melemah 1,81 persen.

