Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:38 WIB
DPR Sepakati "Lifting" Minyak Naik 10.000 barrel
Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 10 September 2008 | 08:14 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Sebanyak 32 ton minyak solar dialirkan dari kapal Tanker Sengeti yang baru merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/5). Minyak solar yang berasal dari kilang minyak Balongan, Indramayu, tersebut memasok kebutuhan bahan bakar minyak untuk wilayah Jabodetabek.

TERKAIT:

JAKARTA, RABU - Hasil rapat Panja Asumsi RAPBN 2009, Selasa (9/9) malam, akhirnya menyepakati lifting minyak menjadi 960.000 barrel per hari, termasuk swap 50.000 barrel per hari. Angka ini bertambah 10.000 barrel per hari dari usulan pemerintah sebelumnya, 950.000 barrel per hari.

Dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com dari Wakil Ketua Panitia Anggaran/Koordinator Panja Asumsi DPR Harry Azhar Azis disebutkan, angka tersebut turun 1,8 persen dari target tahun 2008 sebesar 977.000 barrel per hari (termasuk swap 50.000 barrel).

"DPR sendiri menghendaki agar pengolahan dan eksplorasi dilakukan lebih agresif sehingga gejala penurunan alamiah (declining rate) menjadi minimal dan lifting pada tahun 2010 dan seterusnya dapat diprediksi lebih dini dalam bentuk roadmap yang jelas," ujar Harry.

Selain itu, dalam rapat juga disepakati untuk asumsi SBI sebesar 8 persen, kurs rupiah terhadap dollar sebesar Rp 9.100 per dollar AS, dan harga minyak 100 dollar AS per barrel. "Sedangkan asumsi yang belum disepakati dan akan segera dibahas adalah mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah 6,3 persen, sedangkan usulan DPR sebesar 6,4 persen. Sementara itu, untuk inflasi pemerintah mengusulkan 6,5 persen dan DPR menggusulkan 6,2 persen.