Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 16:12 WIB
Banjir Gula di Brasil untuk Etanol
Josephus Primus | Senin, 8 September 2008 | 09:25 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pekerja memperbaiki mesin penggiling tebu di Pabrik Gula Jati Tujuh milik PT Rajawali II di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (28/2). PT Rajawali II akan merevitalisasi pabrik gula untuk meningkatkan kapasitas giling dari 12.348 ton cane per day (TCD) pada tahun 2007 menjadi 20.000 TCD pada tahun 2011.

TERKAIT:

BRASILIA, SENIN — Pemerintah Brasil memprediksi, produksi gula tahun ini 559 juta ton atau naik 11 persen dibandingkan musim panen tahun lalu.
    
Sebagian besar panen akan digunakan untuk dukungan terhadap kebutuhan industri biofuel yang tinggi di negara itu, memasok dengan 318 juta ton. Sisanya akan digunakan untuk pembuatan gula.
    
Brasil merupakan pengekspor terbesar etanol di dunia dan produsen terbesar kedua setelah Amerika Serikat, yang membuat biofuel dari jagung. Menurut kementerian pertanian, ekspor etanol akan meningkat 73 persen pada 2011.
    
Negara Amerika Selatan itu mempunyai 276 juta hektar (682 juta are) lahan yang digunakan untuk perkebunan. Dari jumlah itu, hampir tiga perempatnya digunakan untuk peternakan, menurut angka pemerintah. Hampir 16 persen digunakan untuk tanaman gandum dan bijian pangan, sementara 3,2 persen digunakan untuk perkebunan tebu. Terakhir, sisanya, digunakan untuk perkebunan kopi dan buah-buahan.

Sumber :
Ant