JAKARTA,SABTU - Massa Partai Republikku tampaknya mulai bosan menunggu. Sebagian besar mereka yang sudah datang dan berkumpul dari pukul 11.00 di lantai dua Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) turun ke bawah dan berkumpul di depan pintu gerbang sisi kiri Gedung KPU, di mana di dalamnya anggota-anggota KPU sedang rapat koordinasi dengan para petinggi DPR, pemerintah dan Bawaslu.
Sebelumnya, mereka meminta salah satu anggota KPU menemui mereka namun tak satupun anggota KPU keluar karena sedang mengikuti rapat. Sementara itu, seorang wanita berteriak-teriak mengancam akan mengebom KPU jika massa Republiku tidak diizinkan masuk ke mushola yang berada di dekat ruang rapat.
Sebagai catatan, ruang rapat dan mushola dibatasi oleh pagar besi. Deputi Sekjen Partai Republikku Almadin mengatakan, perempuan tersebut kurang waras. Sejak pagi pukul enam sudah datang untuk bergabung dengan Partai Republikku. "Dia bukan bagian partai," ujar Almaddin.
Perempuan berbaju oranye yang bertuliskan AURI itu mengaku sebagai putri seorang TNI yang gugur di Timor-Timur.

