JAKARTA, JUMAT - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak ada masalah dengan mundurnya sejumlah calon legilatif (caleg) Partai Golkar yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum. Pasalnya, dari 1.000 caleg Partai Golkar, hanya 21 orang caleg yang mundur.
Selain itu, mereka mundur dengan berbagai alasan. Di antaranya, menurut JK, karena tidak mau kerja keras dan tidak merasa PD (percaya diri) kalau dirinya takut kalah dengan berubahnya sistem suara terbanyak untuk menjadi anggota DPR. Ia mengatakan hal itu saat ditanya pers, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/9) sore saat pers meminta komentarnya terkait dengan mundurnya sebanyak 21 orang caleg dari Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Golkar.
"Orang tentu mempunyai alasan masing-masing. Karena sistem sekarang ini berubah, yakni sekarang caleg harus bekerja keras. Mungkin tidak ada waktu bagi mereka untuk kerja keras sehingga lebih baik menyatakan tidak dari sekarang," ujar Kalla.
Menurut Kalla, "Mungkin juga tidak percaya diri, karena merasa namanya sudah besar dan kemudian tiba-tiba tidak terpilih, kan menjadi tidak enak. Kalau dulu, kan ada alasan, kalau nomor saya rendah. Jadi, kalau saya tidak terpilih tidak- apa-apa."
"Akan tetapi, sekarang, kan, tidak ada alasan. Kalau sekarang masuk nomor urut empat 4, lalu yang terpilih nomor lima atau enam, waduh, malu, kan kita. Biasa kan, orang tidak mau malu, sehingga cari-cari alasan seperti itu," tambah Kalla.
Dikatakan Kalla, mereka yang mengundurkan diri juga beralasan, dan merasa tidak diperlakukan secara adil. "Bagaimana tidak adil? Adil mana coba, pakai nomor urut atau berkerja keras? Kan, tentu, lebih adil, dengan suara terbanyak," demikian Kalla.

