Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:16 WIB
Caleg Muda Butuh Tim Upgrading
Caroline Damanik | Jumat, 5 September 2008 | 18:32 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Pengamat politik Bima Aria dari Universitas Paramadina mengatakan calon anggota legislatif berusia muda dari parpol-parpol harus memiliki sebuah tim yang bertugas mempersiapkan upgrading. Terutama bagi mereka yang sedang belajar terjun bebas ke dunia politik.

"Bagaimana dengan cepat mereka di-upgrade. Kalau nggak punya tim mereka nggak bisa. Tim harus mentraining mereka dari segi aspek elit, bicara ke elit media, elit politik, elit lokal, serta membawa mereka langsung ke grassroot, dan terjun ke dunia wacana," ujar Bima di DPR RI Jakarta, Jumat (5/9).

Selain itu, caleg muda harus memperhatikan kematangan aspek emosional inteligen, kepemimpinan, kerja-kerja taktis, dan negosiasi. Bima mengatakan caleg muda juga harus belajar memiliki tiga aspek kualitas, yaitu aspek retorika dan artikulasi, substansi dan emosional intelijen.

Menurut Bima, caleg muda sekarang secara substansi sudah cukup matang. Namun, sayangnya masih kurang teknis dan implementatif.

"Substansi, ideologi harus di-charge. Bagi saya nggak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk usaha yang lain. Ngajar bolehlah. Tapi waktu-waktu untuk clubbing, dan yang lain tidak ada lagilah. Berikan untuk tim," tandas Bima.

Flash Man

Bima menegaskan caleg-caleg muda juga harus mampu menghilangkan kesan caleg muda sebagai flash man. Mengapa? Flash Man terkenal sebagai caleg-caleg yang minim kapasitas.

"Mereka harus punya kapasitas. Lewat aspek formalitas atau nggak? Uang mereka banyak atau nggak? Jadi boleh dibuka, tapi harus perhatikan itu," ujar Bima.

Meskipun demikian, Bima berpendapat kuota Flash Man memang perlu disisakan oleh setiap parpol karena akan mempengaruhi pencitraan partai dan pemenuhan kebutuhan teknis.

"Tapi jangan terlalu banyaklah dibuka, bahaya untuk kaderisasi partai," tandas Bima.