JAKARTA, JUMAT - Maraknya orang-orang muda menjadi calon anggota legislatif dinilai sebagai tren masa kini. Tapi, dengan adanya tren itulah diharapkan para caleg muda dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan perubahan.
"Itu harus didukung karena sebenarnya tren tahun ini adalah orang muda dan perubahan," ujar Bima Aria, pengamat politik dari Universitas Paramadina di Gedung DPR RI, Jumat (5/9). Hadir dalam acaratersebut beberapa caleg muda, seperti Jerry Sambuaga dari Partai Golkar dan Danny Thaharsyah dari Partai Hanura.
Menurut Danny, caleg muda harus lebih berhati-hati. Sebab, sebagai orang yang baru 'bertempur' tentu tidak banyak uang yang mereka miliki untuk berkompetisi dalam kampanye dibandingkan caleg-caleg yang sudah lama berkiprah.
"Caleg muda harus independen karena mereka kan tidak mempunyai modal yang cukup, dibanding caleg yang sudah bertahun-tahun berkarya di partai. Caleg muda juga harus membawa sesuatu yang baru, bukan hanya seremonial saja," tandas Bima.
Dalam kesempatan diskusi ini, baik Danny maupun Jerry memang enggan menyebutkan jumlah dana kampanye mereka namun mereka mengaku bahwa mereka mengumpulkan dana dari hasil keringat mereka. Danny dari usaha migas dan Jerry dari pekerjaannya sebagai staf ahli Ketua DPR RI dan akademisi.
"Saya tahu politik butuh ongkos. Tapi saya kumpulkan dari gaji jadi dosen, jadi staf ahli, keluarga juga ikut bantu. Tapi proporsional. Dana kampanye juga nggak sampai hitungan milyar," ujar putra Ketua DPP Partai Golkar Theo Sambuaga.
Sementara itu Danny mengakui sebagai caleg muda, ekspektasi masyarakat memang cukup tinggi kepada caleg muda. Namun, Danny mengimbau agar masyarakat tidak tertipu.
"Caleg muda kan direpresentasikan dengan perubahan, ekspektasi publik tinggi. Tapi nggak ada kepastian moralitas orang muda lebih baik. Bisa-bisa malah sebaliknya," tandas Danny.
