Jumat, 25 April 2014

News / Regional

SPBU di Bandung Mulai Jual Minyak Tanah Kemasan

Jumat, 5 September 2008 | 12:49 WIB

Baca juga

BANDUNG, JUMAT - Sebanyak 35 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandung dan Cimahi, Jawa Barat, mulai menjual minyak tanah non subsidi dalam bentuk kemasan.
    
"Sebagai tahap awal dilakukan di 35 SPBU dulu, selanjutnya diarahkan di SPBU lainnya," kata Sales Refresentatif Pertamina Cabang Bandung, Zibali Hizbulmasih di Bandung, Jumat.
     
Harga minyak tanah kemasan itu dijual di SPBU seharga Rp12.500 per liter. Minyak tanah non subsidi itu dikemas dalam bentuk jerigen atau kompan lima liter.
    
"Minyak tanah kemasan itu dijual dengan sistem refil seperti air mineral," kata Zibali. Ia menyebutkan, jumlah SPBU di Kota Bandung sekitar 180 unit. Namun penjualan minyak tanah kemasan itu di titik-titik tertentu yang masih banyak konsumen minyak tanahnya.
    
"Minyak tanah kemasan itu untuk konsumen yang tidak mau mengganti minyak tanah dengan BBM lainnya. Kita fasilitasi mereka dalam bentuk kemasan," katanya.
     
Lebih lanjut Sales Refresentatif Pertamina yang menangani minyak tanah dan elpiji itu menyebutkan, minyak tanah bersubsidi sudah ditarik total di Kota Bandung dan Cimahi.
     
Minyak tanah tetap dijual dengan harga non-subsidi. Di tingkat eceran minyak tanah di Kota Bandung dan sekitarnya mencapai Rp7.500 hingga Rp8.000. Sedangkan di Kabupaten Subang dan Purwakarta, Pertamina masih memberlakukan kartu kendali penjualan minyak tanah.
     
"Kami masih terus melakukan sosialisasi konversi minyak tanah ke elpiji sehingga kompor gas yang sudah mereka terima tidak dijual lagi," kata Zibali. Ia menyebutkan, penggunaan elpiji lebih hemat ketimbang dengan menggunakan minyak tanah. Apalagi saat ini minyak tanah bersubsidi sudah ditarik dari Bandung.
     
"Kesadaran masyarakat juga diperlukan untuk mendukung program konversi ini, bila masyarakat kompak saya optimis program konversi bisa dirasakan manfaatnya oleh semuanya," kata Zibali Hizbulmasih menambahkan.


Editor :
Sumber: