Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:09 WIB
Presiden Minta Tanggung Jawab Heru Lelono
Wisnu Nugroho A | Jumat, 5 September 2008 | 12:29 WIB
|
Share:

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT
Buruh tani memanen padi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Rabu (13/8). Padi jenis IR 64 itu tidak dijual pemiliknya lantaran harga gabah mencapai Rp 2.600 per kilogram. Pemilik lahan ini takut tidak bisa membeli beras jika padinya dia jual.

TERKAIT:

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A

JAKARTA, JUMAT- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah minta tangung jawab Heru Lelono soal kegagalan panen padi varietas Super Toy HL-2 seluas 96,2 hektar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Heru adalah staf khusus presiden yang juga pengurus Gerakan Indonesia Bersatu yang menggagas soal varietas Super Toy HL-2.

"Sudah. Presiden sudah bertanya Heru apa persoalannya, kemarin melalui telepon. Ditanya bagaimana situasinya, apa yang terjadi. Untuk hal-hal yang lebih spesifik tanya pada Heru Lelono," ujar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/9).

Andi mengaku tidak tahu apa hasil pembicaraan Presiden dengan Heru karena tidak ikut mendampingi. "Saya tidak tahu Presiden marah atau tidak. Tapi saya tahu dia sudah ditanya Presiden apa yang terjadi supaya hal tersebut dijelaskan pada media," ujarnya.

Andi tidak merasa perlu menyangkutkan kasus kegagalan panen ini dengan Presiden, karena Presiden hanya datang untuk panen raya sebagai mana dilakukan di tempat lain. "Kalau Presiden diundang itu kan sama seperti di daerah lain. Panen raya di Merauke kan betul-betul panennya ada. Waktu kita datang ke sana (Purworejo) kan panennya bagus," ujarnya.

Purworejo adalah kampung halaman mertua Presiden Yudhoyono atau orang tua Ny Kristiani Herawati.