JAKARTA, KAMIS — Maskapai penerbangan Sriwijaya Air memastikan harga tiket penerbangannya mulai turun menyusul penurunan harga bahan bakar pesawat atau avtur. Biaya selisih bahan bakar pesawat atau fuel surcharge yang biasa digunakan oleh maskapai rata-rata turun hingga Rp 40.000 per perjalanan.
"Memang tarif tidak turun, tetapi karena fuel surcharge-nya turun ya harga tiketnya jadi turun," kata Direktur Komersial merangkap Direktur Keuangan Sriwijaya Air Gabriella Sonia X Bongoro saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Rabu (3/9).
Penurunan dilakukan karena Pertamina telah menurunkan harga avtur. Disebutkannya, harga avtur plus PPn sebelumnya Rp 11.825 per liter menjadi Rp 10.021 per liter. Harga avtur turun lebih dari Rp 1.000 pada September ini, maka fuel surcharge Sriwijaya pun menyesuaikan.
Menurutnya, penurunan fuel surcharge terjadi pada tiga kategori penerbangan, pertama pada penerbangan kurang dari satu jam dari Rp 230.000 menjadi Rp 190.000, kategori satu hingga dua jam turun dari Rp 270.000 ke Rp 230.000, dan pada penerbangan lebih dari dua jam turun dari Rp 310.000 menjadi Rp 270.000.
Sementara itu, juru bicara Batavia Air, Edi Haryono, saat dihubungi secara terpisah menyatakan belum mengetahui apakah pihaknya telah menurunkan fuel surcharge atau belum. Meski demikian, lanjutnya, bila harga avtur turun tentunya fuel surcharge Batavia juga akan menyesuaikan. "Kalau penurunannya cukup tentunya akan dikaji untuk sesuaikan fuel surcharge-nya," katanya.
