Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:04 WIB
Wapres Perintahkan Hentikan Ekspansi Pabrik Gula Rafinasi
Suhartono | Kamis, 4 September 2008 | 01:33 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pekerja membongkar muatan gula rafinasi impor dari Thailand sebanyak 7.000 ton yang diangkut kapal Vinh Hoa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/5). Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) yang beranggotakan lima industri gula rafinasi mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif bea masuk (BM) impor gula rafinasi sebesar 50 persen, yakni dari Rp 790 menjadi Rp 1.185 per kilogram.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memerintahkan untuk menghentikan ekspansi pabrik gula rafinasi dan menghentikan pendirian pabrik gula rafinasi baru. Pemerintah juga memutuskan untuk menarik gula rafinasi yang kini membanjiri pasar.

Adapun terhadap impor gula rafinasi, Wapres Kalla mengintruksikan untuk dikendalikan. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang juga Ketua Dewan Gula Nasional menjawab pers seusai rapat koordinasi mengenai gula nasional di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (3/9) tengah malam.

"Berapa jumlah gula rafinasi yang akan ditarik dan dikendalikan impornya, tanya Menteri Perdagangan," ujar Anton, seraya mengaku tak tahu mengapa gula rafinasi sampaki kelebihan pasokan dan akhirnya merember ke pasar retail.

Rapat itu dihadiri lima menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Menko Perekonomian yang dirangkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang juga Ketua Dekwan Gula Nasional, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Hadir pula Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfie, Deputi Menko Perekonomian Bayu Krisnamurti, Dirut Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basir, serta Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 10 Subiyono dan Dirut PTPN XI S Irwan Basri. Wapres sendiri didampingi sejumlah staf di antaranya Seswapres Tursandi Alwi, Deputi Seswapres Bidang Perekonomian Tirta Hidayat dan lainnya.