MOSKOW, SELASA - Pemerintah Rusia mengkritik Uni Eropa Selasa (2/9) yang mengancam akan menunda perundingan tentang kesepakatan lebih lanjut di bidang politik dan ekonomi akibat keterlibatan Moskow di pertempuran di Georgia. Kremlin mengecam pernyataan Uni Eropa di Georgia yang dinilai bias.
Keputusan Uni Eropa yang dinilai sebagai tamparan bagi Moskow ini disampaikan dalam pertemuan puncak di Brussels, Senin (1/9). Uni Eropa menekankan perundingan lebih lanjut di kesepakatan politik dan ekonomi akan ditangguhkan sampai Rusia menarik pasukannya dari wilayah Georgia.
Andrei Nesterenko, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan: "Kemitraan Moskow dengan Uni Eropa seharusnya tidak dijadikan sandera dari konflik di Georgia." Menurut Nesterenko, Rusia telah memenuhi seluruh komitmennya dan Moskow mendesak penarikan seluruh pasukan Georgia ke barak.
Nesterenko mengklaim Georgia kembali menyusun kekuatan pasukannya untuk melancarkan pertempuran. Nesterenko juga menuduh Georgia berada di balik aksi demonstrasi anti-Rusia di kota Karaleti Senin kemarin.

