Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:51 WIB
UNY Kehilangan Tokoh Terbaiknya
M Suprihadi | Senin, 1 September 2008 | 19:37 WIB
|
Share:

KOMPAS/NASRULLAH NARA
Sugeng Mardiyono

TERKAIT:

YOGYAKARTA, SENIN- Mengenang almarhum Prof Dr Sugeng Mardiyono (58) yang meninggal dunia Senin (1/9) sekitar pukul 07.00 tadi pagi, Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan bahwa perjuangan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta itu semasa hidupnya sangat membanggakan, khususnya di bidang pendidikan.

"Almarhum merupakan salah satu contoh pimpinan di jajaran perguruan tinggi dan Depdiknas yang memiliki kegigihan untuk membangun UNY," kata Fasli Djalal pada upacara penghormatan terakhir terhadap almarhum Prof Dr Sugeng Mardiyono di Hall Rektorat UNY, Senin sore.

Sugeng Mardiyono meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, karena serangan jantung. 

Menurut Dirjen Dikti, perjuangan almarhum sangat membanggakan, dan ia menginginkan masalah bangsa diselesaikan dengan membentuk karakter serta akhlak mulia terutama di kalangan generasi muda."Almarhum adalah orang yang gigih dan selalu optimistis bahwa pendidikan dapat berjalan dengan baik apabila guru sejahtera, bermartabat dan profesional," katanya. 

Oleh karena itu, kata Fasli, Prof Sugeng Mardiyono mengupayakan perbaikan sistem sertifikasi guru agar pendidikan berjalan dengan baik. "Karena itu, segala jasa almarhum akan selalu tertanam di hati ribuan guru yang telah mengikuti sertifikasi," katanya. 

Ia juga mengatakan bahwa meninggalnya Rektor UNY ini sangat mengejutkan, karena dua hari lalu dirinya baru saja bertemu Prof Sugeng pada sebuah kegiatan di Mataram (Nusa Tenggara Barat). "Beliau sosok yang sangat ramah dan pandai membuat suasana menjadi gembira. Kita kehilangan salah satu putera bangsa yang peduli terhadap dunia pendidikan. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya," katanya.

Sekretaris Senat UNY Prof Wuryadi mengatakan, UNY kehilangan tokoh yang telah memimpin dengan baik dan berdedikasi tinggi.  "Almarhum belum genap menjabat rektor UNY satu periode yaitu 2006 hingga 2010, tetapi sudah meninggal dunia," katanya. 

Menurut dia, selama memimpin UNY dua tahun tujuh bulan, Prof Dr Sugeng Mardiyono telah mencanangkan program prestisius dengan menjadikan UNY unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya UNY termasuk 20 perguruan tinggi yang layak menjadi perguruan tinggi kelas dunia. 

Untuk mewujudkan UNY menjadi universitas kelas dunia, Prof Sugeng melakukan perubahan cara berpikir tanpa meninggalkan ciri ke-Indonesiaan, yakni dengan merumuskan visi UNY mewujudkan insan yang cendekia, mandiri dan bermoral. Almarhum juga mengimplementasikan program nolisasi dosen lulusan S-1. 

Selain itu, ia juga mewujudkan UNY sebagai perguruan tinggi yang religius dan humanis serta berhasil menyelesaikan pembangunan GOR (Gelanggang Olahraga) serta Museum Pendidikan Indonesia. "Beliau telah banyak berjasa memajukan UNY," katanya.  

Beberapa penghargaan yang pernah diperoleh almarhum di antaranya sebagai Dosen Teladan 1985, Satya Lencana Karya Satya 20 tahun pada 2003, dan penghargaan sebagai Penatar Guru Matematika pada 1982.

Sejumlah karya ilmiah dari almarhum di antaranya mengenai standar kompetensi matematika untuk sekolah dasar dan menengah, serta eksistensi graf hampir teratur tanpa faktor minus 1.Sugeng Mardiyono menjadi guru besar di UNY pada 1 Oktober 2001.

Jenazah almarhum dimakamkan pada Senin sore di Makam Tambakbayan, Babarsari, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sumber :
Ant