ST PAUL, SENIN — Dua persoalan besar mengadang Konvensi Nasional Partai Republik yang akan digelar Senin (1/9). Pertama, ketidakpastian Badai Gustav yang mematikan menghantam Pantai Teluk AS yang diperkirakan bersamaan dengan waktu konvensi.
Persoalan kedua yang tak kalah berat adalah sulitnya meramal dampak terpilihnya Sarah Louise Heath Palin, Gubernur Alaska, sebagai calon wakil presiden mendampingi John McCain.
Prediksi awal, badai itu akan menghantam sebagian New Orleans, Minnesota, yang tiga tahun lalu luluh lantak diterjang Badai Katrina. Penanganan korban Katrina yang buruk saat itu membuat pemerintahan Presiden George W Bush dan Partai Republik menjadi bulan-bulanan. Bagaimana dengan sekarang, apakah dampak serangan Gustav bisa diatasi dengan baik? McCain dan para petinggi Republik tidak bisa menjawab kecuali menyadari bahwa ini juga menjadi pertaruhan nasib yang menentukan hasil pemilu 4 November mendatang.
Tetapi setidaknya, para pejabat partai berlambang gajah berdiri ini sudah berusaha mengurangi kemeriahan acara, di antaranya membatalkan pidato Bush dan wakilnya, Dick Cheney, pada pembukan konvensi. Mungkin juga konvensi akan dikurangi waktunya, tidak sampai empat hari.
Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah tidak jelasnya dampak pemilihan Palin sebagai kawan bertanding McCain melawan Obama yang begitu flamboyan dan menyita perhatian yang didamping Joe Biden, senator yang amat berpengalaman. Dampak itu agaknya sulit diketahui sampai setelah pemilu 4 November.
Palin (44) dikenal sebagai pejuang reformasi di negara bagian yang amat jarang penduduknya, Alaska. Ia sangat konservatif dan sangat antiaborsi, isu penting yang diusung Republik. Salah satu contohnya, Palin melanjutkan kandungannya meski sudah diketahui janin yang lahir pada April 2008 itu menyandang down syndrome.
Risiko terbesar bagi McCain adalah kurangnya pengalaman Palin. Perempuan ini baru periode pertama menjabat Gubernur Alaska, setelah sebelumnya menjabat Wali Kota Wasilla, sebuah komunitas kecil di Anchorage. Palin akan menjadi sasaran tembak yang empuk Demokrat yang berkali-kali diserang McCain karena memilih Obama (47) yang dianggap sangat minim pengalaman. Dibanding Palin, pengalaman Obama lebih baik, yaitu sebagai senator selama satu periode dan delapan tahun menjadi anggota legislatif negara bagian.
Namun, istri McCain, Cindy, membela pilihan sang suami. Menurut Cindy, Palin sangat berpengalaman dalam soal keamanan nasional. "Alaska adalah bagian negara kita yang paling dekat dengan Rusia. Jadi bukannya dia tidak memahami apa yang dipertaruhkan di sini. Juga soal membuat keputusan dan menentukan sasaran dari apa yang dia pikirkan. Dia punya pemikiran hebat. Dan dia punya arah sangat serius soal ke mana melangkah," kata Cindy.
Pilihan McCain ini juga dibela sekutunya, Gubernur Minnesota Tim Pawlenty yang juga diunggulkan menjadi calon orang nomor duanya. Menurutnya, Palin adalah pejuang reformasi sama seperti McCain.
Namun, soal pengalaman dalam bidang keamanan nasional Palin, Pawlenty punya pendapat berbeda. "Biar adil bagi Gubernur Palin, mari kita gunakan analisis yang sama dengan Senator Obama, apa sih latar belakang dia sehingga bisa membuat penilaian dan kebijaksanaan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan keamanan nasional? Palin adalah panglima Garda Nasional Alaska," kata Pawlenty.

