Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:45 WIB
Jelang Konvensi, Kubu McCain Diancam
Adi Sasono | Minggu, 31 Agustus 2008 | 16:13 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/CHIP SOMODEVILLA
Dua pekerja sedang menyelesaikan pemasangan bendera AS raksasa di panggung konvensi Partai Republik di Ecel Center St Paul Minnesota, Sabtu (30/1).

TERKAIT:

ST PAUL, MINGGU - Keamanan super ketat akan diberlakukan pada Konvensi Nasional Partai Republik untuk menghindari terulangnya kekacauan  yang terjadi dalam kegiatan yang sama tahun 2004, saat lebih dari 1.800 orang ditahan.
     
Ribuan pemrotes , sebagian besar para aktivis antiperang Irak, diperkirakan akan berdemonstrasi dekat lokasi konvensi yang berlangsung empat hari mulai Senin (1/9) di Pusat Energi Xcel Saint Paul. Konvensi itu untuk meresmikan Senator John McCain sebagai kandidat presiden.
     
Pada Sabtu (30/9) pagi waktu setempat, lokasi sekitar pusat itu  dinyatakan sebagai "zona larangan" bagi lalulintas dengan blok-blok polisi mengalihkan kendaraan dari gedung itu. Presiden George W Bush dijadwalkan berpidato pada hari pertama.
      
Salah satu tindakan pengamanan polisi adalah menggeledah sejumlah rumah, Sabtu, dan menahan lima orang untuk mencegah terjadinya kejahatan. Kepala polisi daerah Ramsey, Bon Fletcher dalam satu pernyataan mengatakan operasi itu ditujukan  pada satu kelompok penjahat yang beranggotakan 35 , bernama  RNC Welcome Comittee. Polisi telah menyita  barang-barang seperti kapak, pisau, ketapel dan bahkan tempat-tempat air seni, katanya. "Mereka berencana menggangu konvensi dengan memblokade bus-bus delegasi-delegasi partai Republik  dan melanggar keamanan," kata Fletcher.

Keamanan akan diberlakukan oleh badan-badan pemerintah untuk menjaga sekitar 45.000 delegasi, tamu dan wartawan yang datang ke lokasi itu.  Gedung itu ditutup Sabtu petang untuk pengamanan. "Tujuan kami adalah memperkuat dan melaksanakan tugas dengan sejumlah badan  yang ikut serta  dalam satu rencana keamanan yang akan menghasilkan lingkungan yang aman dan terjamin  bagi semua," kata  jurubicara dinas rahasia  AS Darrin Blackford. "Kami telah berhasil dalam membangun  rencana  itu bersama dengan pihak berwenang lokal  dalam 15 bulan belakangan ini," katanya.
       
Konvensi partai Republik terakhir  empat tahun lalu  di kota New York  ditandai dengan protes-protes yang belum pernah terjadi sebelumnya , termasuk satu unjukrasa besar-besaran  sebelum konvensi itu  dan penyusupan-penyusupan para pemrotes dalam pertemuan itu. Sekitar 1.806 orang secara resmi ditahan , mayoritas terbesar  dikenakan tuduhan-tuduhan ringan, yang kemudian dibebaskan.
       
Pekan lalu, ribuan orang melakukan protes  dekat konvensi partai Demokrat di Denver , Colorado , di mana Senator Barack Obama  dikukuhkan sebagai kandidat presiden partai itu. Tetapi unjukrasa-unjukrasa itu sebagian besar dilakukan para aktivis anti perang Irak berlangsung sacara damai.
       
Beberapa pengunjukrasa mengemukakan kepada suratkabar-suratkabar lokal  bahwa protes-protes lebih besar  menurut rencana akan diselenggarakan  di sini pekan depan, khususnya terhadap Bush yang mengivasi Irak pada 2003. "Kami siap  menghadapi satu jumlah pemrotes yang besar. Tetapi kami tidak kuatir pada para pemrotes itu," kata Wali Kota St Paul, Chris Colemen.
       
Ditanya tentang kekhawatiran atas terulangnya kekacauan du New York  itu, Blackford mengatakan, "Kami siap menghadapi kejadian  apapun yang mungkin membutuhkan banyak penahanan," katanya menambahkan.

Polisi St Paul kabarnya telah menyiapkan satu lapangan terbuka  yang mampu menampung  ratusan orang yang ditahan. Pekan lalu , empat orang ditahan  di Denver dan dituduh  memiliki senjata api dan narkoba, dalam apa yang semula dikuatirkan  mereka aadalah satu komplotan untuk membunuh Obama, kata laporan-laporan media.
       
Kantor Kejaksaan Agung AS kemudian mengatakan para pejabat penegak hukum sangat yakin  tidak ada ancaman yang serius terhadap kandidat itu. Menjelang insiden itu, para anggota staf McCain  dalam  markas besar kampanye Colorado  dikarantina sebentar setelah menerima sepucuk surat berisikan satu ancaman  dan bubuk putih yang mencurigakan. Tetapi dinas rahasia  mengatakan barang itu tidak berbahaya.

Sumber :
Ant