Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:45 WIB
Harga Ayam Naik, Pedagang Panik
Maya Saputri | Minggu, 31 Agustus 2008 | 15:15 WIB
|
Share:

Sriwijaya Post/Zaini
Pedagang ayam

JAKARTA, MINGGU - Menjelang bulan Ramadhan, harga ayam potong mengalami kenaikan sekitar Rp 5 ribu dari harga Rp 18 ribu menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Beberapa pedagang ayam mengeluh karena harga menjelang puasa sudah tinggi, mereka kuatir Lebaran akan naik lagi.

Menurut Amat, pedagang ayam di Pasar Senen, kenaikan terjadi menjelang bulan puasa karena harga dari pemasok yang berasal dari luar Jakarta sudah tinggi. "Biasanya harga pasokan ayam dari Garut, Sukabumi hingga Lampung tak setinggi ini, mungkin karena stoknya disana yang kurang," ujarnya saat ditemui Kompas.com di kios miliknya di lantai dasar, Minggu (31/8).

Pria yang sudah berdagang ayam sejak berdirinya pasar proyek Senen tersebut mengaku harga ayam saat ini paling mahal menjelang puasa. "Kalau Lebaran tahun kemarin saja harganya hanya naik hingga Rp 20 ribu per kilogram, kalau Lebaran tahun ini mungkin harganya mencapai Rp 30 ribu per kilogram, tapi semoga tidaklah," tuturnya.

Selama beberapa hari kenaikan harga ayam, Amat kehilangan banyak pembeli. Bahkan pelanggan yang biasanya pemilik rumah makan mengurangi pesanan ayam. "Makanya kalau harga sampai naik lagi, saya gak tau mau dijual berapa, sekarang aja sudah sepi pembeli," kata pedagang yang bertempat tinggal di sekitar pasar Senen tersebut.

Hal yang sama dirasakan Sujadi yang berseberangan kios dengan Amat, biasanya ia memasok sekitar 300 ekor tiap hari tetapi sekarang hanya 200 ekor per hari. "Ayam yang kami jual sekarang sudah dikurangi, tetapi tetep aja masih ada sisa. Ya begini ini tiap hari kita nombok terus kalau harga melonjak gini," kata pria berkumis ini.

Ia menjual ayam per ekor dengan harga Rp 33 ribu, yang biasanya dijual hanya Rp 27 ribu per ekor. "Kalau yang beli per ekor biasanya untuk catering yang besar, tapi mereka juga mengurangi pesanan beberapa hari ini," ujarnya.

Sujadi berharap harga ayam di pasaran bisa kembali normal, setidaknya tidak melonjak semakin tinggi menjelang hari Raya Idul Fitri. "Anak istri saya makan apa, kalau harga semakin naik, saya nombok terus, bisa-bisa gak mudik tahun ini," katanya pasrah.

Berdasar pantauan Kompas.com, deretan kios pedagang ayam di lantai dasar pasar Senen memang terlihat lebih sepi, hanya sedikit pembeli yang mendatangi.