Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:38 WIB
RI-Iran Sepakat Penerbangan Langsung
Haryo Damardono | Jumat, 29 Agustus 2008 | 20:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/ HARYO DAMARDONO

JAKARTA, JUMAT- Indonesia dan Iran sepakat membuka penerbangan langsung antara kedua negara menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman antara otoritas penerbangan Indonesia dan Iran tentang perjanjian transportasi udara kedua negara, Rabu (27/8) lalu di Teheran, Iran.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Wakil Presiden Organisasi Penerbangan Republik Islam Iran A Manzari dan Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Tri S Sunoko.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan, di Jakarta, Jumat (29/8). Bambang mengikuti langsung proses penandatanganan MOU tersebut di Teheran.

Kedua negara sepakat menganut prinsip multi designated airlines. Iran menunjuk Iran Air dan Mahan Air sebagai perusahaan penerbangan yang ditunjuk, sedangkan Indonesia menunjuk Garuda Indonesia. "Penambahan perusahaan angkutan udara lain yang akan ditunjuk dari kedua belah pihak harus dilakukan dengan persetujuan otoritas penerbangan sipil dari negara mitra," kata Bambang.

Bambang menambahkan, dalam pengaturan frekuensi dan kapasitas, perusahaan penerbangan yang ditunjuk masing-masing pihak dapat melaksanakan penerbangan dengan frekuensi tujuh kali seminggu, dengan semua tipe pesawat, kecuali pesawat supersonic. Peningkatan frekuensi penerbangan dapat dilakukan berdasarkan potensi pasar dan harus disetujui otoritas penerbangan sipil kedua belah pihak.

Untuk pengaturan rute penerbangan, kota tujuan yang telah ditetapkan, antara lain Denpasar, Lombok, Padang, Manado dan Makassar. Sebagai resiprositas pihak Iran telah memberikan semua kota tujuan di Iran dalam rute penerbangannya. Ditetapkannya kota tujuan di Indonesia tersebut adalah bertujuan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia.