JAKARTA, JUMAT - Permintaan pimpinan DPR agar Badan Kehormatan (BK) segera memeriksa anggota DPR asal fraksi PDIP, Agus Condro, ditanggapi berbeda oleh Ketua BK Irsyad Sudiro dan Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun.
Irsyad mengatakan, pihaknya akan segera merespon permintaan itu. Ia mengatakan paling lama dua minggu mendatang BK sudah akan memeriksa mantan anggota DPR 1999-2004, atas pengakuannya menerima uang Rp500 juta dari Miranda Goeltom. Kepastian waktu pemanggilan akan diputuskan setelah BK melakukan rapat internal pekan depan.
Berbeda dengan ketuanya, Gayus justru meminta agar pemeriksaan dilakukan setelah ada bukti-bukti yang kuat. Menurut Gayus, pengakuan Agus saja tak bisa dijadikan bukti kuat untuk mengusut dan memeriksa yang bersangkutan.
"Jangan kaitkan saya dengan fraksi saya karena Agus Condro satu fraksi dengan saya, sehingga saya mempersulit. Saya objektif, tapi saya tidak mau menyimpang dari ketentuan. Ini baru satu orang yang mengaku, kalau 500 orang membuat pengakuan yang belum jelas persoalannya, masa 500 kali kami harus membuat pengusutan dengan hanya mendengar pengakuan satu orang," kata Gayus dengan nada tinggi, dalam jumpa pers usai bertemu pimpinan DPR, Jumat (29/8).
Pernyataan itu disampaikan Gayus menjawab pertanyaan wartawan, apakah ia mempersulit pemeriksaan Agus karena berasal dari fraksi yang sama. Sebelumnya, hal itu tidak pernah terjadi saat BK harus memeriksa anggota lainnya. Lanjut Gayus, DPR seharusnya memberikan perlindungan terhadap para anggotanya. Sebab, anggota DPR menurutnya rentan terhadap konspirasi jahat.
"DPR harus melindungi anggotanya terhadap rancangan-rancangan konspirasi kejahatan. Kami rentan, terutama tempat-tempat strategis, partai-partai yang punya strategis untuk maju seperti itu," ujar Gayus.
Usai Gayus berbicara, Irsyad langsung menanggapi. Menurutnya, apa yang disampaikan Gayus akan menjadi bahan materi untuk rapat internal BK yang sekurang-kurangnya dihadiri 7 orang dari 13 anggota BK.
"Syukur-syukur bisa hadir 13 orang. Jadi keputusannya akan diputuskan dalam rapat internal," kata Irsyad. Setelah jumpa pers, Irsyad memastikan BK tidak akan berlama-lama untuk memeriksa Agus Condro.
Saat ditanya mengenai adanya keinginan yang berbeda dari Gayus, Irsyad mengatakan semuanya tergantung anggota yang lain juga. "Kita ada 13 orang, Pak Gayus hanya satu dari 13 orang. BK tidak akan bertele-tele (untuk segera memeriksa)," ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono hanya tertawa menanggapi perbedaan pendapat kedua pimpinan BK itu. "Bukan berbeda, tapi hanya dinamika saja," ujar Agung sambil tertawa.

