Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:23 WIB
Tiket Habis, Calon Penumpang Kecewa
Maya Saputri | Jumat, 29 Agustus 2008 | 11:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Operator PT Kereta Api mengatur peredaran perjalanan kereta api di Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) PT KA Daerah Operasi (Daops) I di Manggarai, Jakarta, Kamis (10/4). Pengendalian ini dilakukan selama 24 jam setiap hari untuk menjamin kelancaran arus kereta api dalam wilayah cakupan PT KA Daops I di kawasan Banten, Jabodetabek, hingga Cikampek.

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT — Beberapa calon penumpang kereta api yang akan mudik menjelang Lebaran kecewa karena tiket kereta api untuk pemesanan hari ini habis. Mereka mengganti rencana mudik ke hari lain yang masih tersedia tiketnya.

Ini dialami Suharto yang memesan tiket KA Argo Lawu tujuan Jakarta-Solo kepada Kompas.com, Jumat (29/8). "Sebenarnya saya mudik tanggal 27, tapi dari dua hari yang lalu antre selalu saja enggak dapat," ujar pekerja freelance di salah satu perusahaan swasta tersebut.

Ia akan mudik bersama istri dan dua anaknya ke rumah orangtuanya di Purwosari, Solo. "Harga tiket Argo Lawu untuk tanggal 23-30 September 2008 sudah mencapai Rp 370.000-400.000. Bisa dibayangkan saya mudik dengan keluarga, ya lumayanlah, yang penting dapet tiket dulu," katanya.

Suharto mengatakan, bila tidak mendapat tiket kereta, ia akan mengalihkan rencana mudiknya lebih awal. "Terpaksa anak-anak biar bolos supaya bisa berangkat lebih awal gitu," katanya. Berbeda dengan Warsini yang mengaku mengalihkan hari mudik karena tiket habis. "Seharusnya tanggal 28 saya mudik, tapi karena enggak dapet tiket ya terpaksa dialihkan ke tanggal 23," tuturnya.

Bila tidak dapat tiket hingga tanggal 31, Wartini mengaku akan memakai bus untuk pulang ke Malang. Ia mengantre tiket KA Gajayana jurusan Jakarta-Malang untuk tanggal 23 September. Berdasar pantauan Kompas.com, suasana di Stasiun Gambir masih penuh dengan antrean calon penumpang hingga sekarang. Tampak beberapa petugas keamanan stasiun berjaga-jaga mengawasi antrean.